Laba-labanews.com
Kampar___Pemerintah secara resmi mengambil alih PT. Johan Sentosa, perusahaan kelapa sawit yang sebelumnya disegel, dan menyerahkan pengelolaannya kepada PT. Agrinas Palma Nusantara. Langkah ini merupakan bagian dari upaya negara untuk memastikan aset nasional dikelola demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.
Kepastian pengambilalihan ini dikukuhkan dalam kunjungan Direktur Utama PT. Agrinas Palma Nusantara, Letjen TNI (Purn.) Agus Sutomo, beserta jajaran petinggi perusahaan dan sejumlah perwira tinggi purnawirawan TNI ke PT. Johan Sentosa di Desa Pasir Sialang, Kabupaten Kampar, Riau.
Rombongan disambut langsung oleh Kapolres Kampar, AKBP Ronald Sumaja, Dandim 0313/KPR Letkol Inf Setiawan Hadi Nugroho, serta jajaran manajemen dan karyawan PT. Johan Sentosa.
Dalam sambutannya, Kapolres Kampar menegaskan dukungan penuh kepolisian dalam menjaga keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut, serta memastikan transisi kepemilikan perusahaan berjalan lancar. Hal senada disampaikan Dandim 0313/KPR yang menegaskan pentingnya keberadaan negara dalam menjamin kesejahteraan para pekerja.
Letjen TNI (Purn.) Agus Sutomo dalam arahannya menekankan bahwa pengambilalihan PT. Johan Sentosa dari Duta Palma Group merupakan langkah strategis negara untuk memastikan hasil bumi Indonesia dikelola sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, bukan pihak asing.
“Negara harus hadir dalam mengatasi kesulitan rakyat. Tidak ada yang boleh kehilangan pekerjaan, dan kami memastikan pengelolaan ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Aset yang ada di sini harus kita rawat bersama,” tegas Agus Sutomo.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau pabrik kelapa sawit (PKS) PT. Johan Sentosa serta memastikan operasional perusahaan tetap berjalan.
Dengan langkah ini, PT. Agrinas Palma Nusantara resmi ditunjuk sebagai pengelola, dengan mandat untuk meningkatkan produksi dan memastikan manfaat ekonomi bagi rakyat Indonesia.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar hingga pukul 16.30 WIB, menandai dimulainya babak baru dalam pengelolaan perkebunan sawit nasional.






