Labalabanews
KAMPAR – Proyek rehabilitasi Masjid Al-Ihsan Bangkinang (Islamic Center) banyak menuai sorotan. Pasalnya memasuki tahun 2024, proyek yang menyasar salah satu ikon Kabupaten Kampar ini tak kunjung selesai.
Padahal, proyek yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2023. Baru berjalan 80 persen saat Pj Bupati Kampar Hambali, SE, MH, bersama rombongan melakukan peninjauan, sekaligus menargetkan rampung di 24 Januari 2024.
Ironisnya, hingga Febuari 2024, proyek yang menelan dana APBD Kampar 2023 sebesar Rp 7 Miliar ini belum tuntas sepenuhnya. Tentunya, kondisi ini menuai sorotan kepada Pemda Kampar serta rekanan yang di kerjakan oleh CV. Graha Jaya Mandiri. Apakah ada langkah pemutusan kontrak, denda maupun konsekuensi lainnya yang diakibatkan oleh keterlambatan pengerjaan tersebut.
Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kampar Erizal yang dimintai konfirmasinya melalui pesan selulernya belum memberikan konfirmasi kepada wartawan labalabanews.com pada Rabu (7/2/2024).
Bukan saja soal pengerjaan yang molor hingga kini. Dari pantauan labalabanews.com di lapangan juga mengungkap fakta polemik lain dari rehabilitasi Masjid yang digadang-gadang sebagai pusat wisata religi di Kampar.
Pemangkasan anggaran misalnya. Sedianya, Pemda Kampar telah setuju menganggarkan Rp 36 miliar di tahun 2022 pada masa kepemimpinan Catur, guna rehabilitasi Islamic Center terbut.
Anehnya, di tahun 2023 saat Kamsol menjabat sebagai Pj Bupati kampar. Anggaran berubah menjadi Rp 7 miliar saja.
Wajar, jika banyak kalangan menilai pemanfaatan dana APBD yang diarahkan dalam rehabilitasi Islamic Center tak akan maksimal.
LLN






