Laba-labanews.com
Jakarta___Masjid Istiqlal Jakarta menjadi saksi perhelatan Peace Forum 2025, sebuah ajang dialog lintas agama yang memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman. Acara yang diinisiasi oleh Laskar Prabowo 08, di bawah kepemimpinan Devi Taurisa, S.H., M.H., C.L.D., ini menghadirkan 200 peserta, termasuk mahasiswa Universitas Pertahanan (UNHAN) RI dan mahasiswa Palestina penerima beasiswa Presiden RI, Prabowo Subianto.
Forum ini diawali dengan Doa Lintas Agama, dipimpin oleh enam Dirjen Bimas atau perwakilan dari berbagai agama di Indonesia. Momentum ini menjadi bukti nyata toleransi beragama yang mendapat apresiasi tinggi, termasuk dari Jana Abu Salha, mahasiswa asal Palestina, yang menegaskan bahwa “Toleransi beragama di Indonesia patut dicontoh negara-negara lain di dunia.”
Selanjutnya, sesi Dialog Perdamaian mengangkat tema “Bhinneka Tunggal Ika: Harmoni dalam Keberagaman Menuju Indonesia Emas 2045.” Diskusi ini menghadirkan Mayjen TNI Dr. Totok Imam, Romo Agustinus Heri, Dr. Eman Suryaman, dan Joko Pirianto, dengan Nata Sutisna, Lc. sebagai moderator. Dialog ini menyoroti pentingnya toleransi, kolaborasi lintas agama, serta peran kepemimpinan dalam menghadapi tantangan global.
Sebagai keynote speaker, Menteri Agama RI dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menyampaikan pesan mendalam tentang urgensi menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Momen spesial dalam forum ini adalah penyerahan lukisan simbolis perdamaian karya seniman Ki Gamblang kepada Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.. Lukisan tersebut menggambarkan Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal dalam suasana penuh kehangatan, simbol kuat akan pentingnya dialog lintas agama.
Ketua Laskar Prabowo 08, Devi Taurisa, menegaskan komitmen organisasinya dalam membangun perdamaian dan persatuan. “Melalui doa, dialog, dan seni, kita menemukan titik temu dan memperkuat ikatan sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.
Acara ditutup dengan Tur ke Terowongan Silaturahmi, sebagai simbol perjalanan kebersamaan lintas agama dan budaya. Peace Forum 2025 meninggalkan pesan kuat bahwa harmoni dalam keberagaman adalah kunci menuju masa depan Indonesia yang damai dan sejahtera.






