Laba-labanews.com
Pekanbaru___Aroma panas perpecahan di tubuh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kampar makin tercium jelas. Undangan konsolidasi tertanggal 13 Juni 2025 yang dikirimkan oleh Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si, selaku Sekretaris Dewan Pakar PGRI Provinsi Riau, mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, agenda penting tersebut hanya mengundang pengurus cabang tingkat kecamatan (Ketua dan Sekretaris), tanpa melibatkan pengurus inti PGRI Kabupaten Kampar.
Pertemuan yang digelar di Dapur Dipo, Jalan Diponegoro, Pekanbaru itu, dijadwalkan berlangsung pada Jumat pukul 15.30 WIB dengan tajuk “Konsolidasi”. Surat resmi bernomor j136/Um/PP/RIO/XXIII/2025 tertanggal 4 Juni 2025 menjadi dasar undangan tersebut, namun absennya pengurus inti kabupaten dalam daftar undangan menimbulkan tanda tanya besar.
Informasi ini pertama kali tersebar luas di Grup WhatsApp internal Ketua PC PGRI oleh Kasi Akmal, dan langsung memicu reaksi di kalangan anggota. Banyak yang menilai, langkah tersebut merupakan upaya “manuver senyap” dari oknum tertentu yang ingin mengambil alih kepengurusan tanpa mekanisme organisasi yang sehat.
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari PGRI Kabupaten Kampar maupun dari pihak Dewan Pakar PGRI Provinsi Riau. Namun, para pengurus tingkat kecamatan diminta hadir tepat waktu, menandakan bahwa konsolidasi ini bukan agenda biasa.
Apakah ini awal dari sebuah kudeta organisasi? Ataukah hanya miskomunikasi internal yang bisa diselesaikan dengan kepala dingin? Waktu yang akan menjawab.






