Labalabanews.com Kampar
Plt.Kepala Dinas Kesehatan Riadel Fithri, Sp. M.Si Melalui kepala bidang Kesehatan Masyarakat Haryanto S.KM Launching TB Siaga Didesa Hangtuah, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar (Riau)
Dalam sambutan Haryanto SKM pada acara launching Desa Tersebut menyampaikan, Penanggulangan TBC tahun 2020-2024 bertujuan untuk mempercepat upaya Indonesia mencapai Eliminasi TBC tahun 2030 serta mengakhiri Epidemi TBC tahun 2050. Dalam upaya mencapai Eliminasi
TBC 2030 dan mengakhiri Epidemi TBC tahun 2050
ia mengungkapkan, program tersebut telah banyak kebijakan yang ditetapkan, dan telah dilaksanakan pula pembentukan
District Public Private Mix (DPPM) dan Koalisi Organisasi Profesi Indonesia (KOPI) TBC.

Melalui kegiatan pembentukan Model Intervensi TBC di tingkat desa dan di tingkat Puskesmas diharapkan akan dapat dirumuskan langkah-langkah teknis operasional yang di tingkat Desa/Kelurahan dan tingkat Puskesmas yang dapat dijadikan acuan Teknis operasional upaya eliminasi TBC tahun 2030 dan mengakhiri Pandemi
TBC tahun 2050.
Dan ini salah Salah satu bentuk model intervensi TBC di tingkat desa adalah DESA SIAGA TB. DESA SIAGA TB adalah sebuah bentuk innovasi atau terobosan baru di Provinsi Riau dalam upaya akselerasi Eliminasi TBC 2030
Ia juga menambahkan,Desa siaga tb adalah suatu konsep peran serta dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa, disertai dengan pengembangan kesiagaan dan kesiapan masyarakat untuk
mendeteksi dan menemukan suspect penderita TBC secara dini.

Pihaknya menambahkan, Desa yang dimaksud, di sini dapat berarti kelurahan atau nagari atau istilah-istilah lain bagi kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tambahnya lagi, Konsep desa siaga adalah membangun suatu sistem di suatu desa yang bertanggung jawab memelihara kesehatan masyarakat itu sendiri
khususnya dalam hal deteksi dan penjaringan anggota masyarakat yang dicurigai mengidap penyakit TBC,
Kegiatan ini nantinya di bawah bimbingan dan interaksi dengan seorang bidan/paramedis dan 2 orang kader desa.
Di samping itu, juga dilibatkan berbagai
pengurus desa untuk mendorong peran serta masyarakat dalam program deteksi dan penjaringan anggota masyarakat yang dicurigai menderita penyakit TBC ungkapnya ***
Penulis : ***
Sumber : TIM






