Labalabanews
Kampar_____Kepala dinas pendidikan kota Pekanbaru Diduga sekongkol dengan pengawas bidang taman kanak kanak, meminta sejumlah uang ke sekolah dengan dalih proposal dalam rangka perjalanan dinas,atau kunjungan kerja pengawas TK Pekanbaru Riau ke Jogjakarta yang dijadwalkan tanggal 7 s/d 10 Agustus 20214 mendatang,
hal ini di tanggapi Badan Pusat Reklasseering RI propinsi Riau dan Sosial lingkungan hidup PEDULI, Roni Singgih , Selasa 16/07/202
Seharusnya dinas pendidikan tidak melakukan dan mengeluarkan surat yang di atas nama kan pengawas taman kanak kanak TK, untuk menjalankan Proposal dengan cara meminta pada satuan pendidikan TK untuk biaya kunjungan kerja ke Jogjakarta bagi para pengawas TK” ungkap nya
Uangkapnya lagi, “Proposal tersebut memakai logo Disdik dan lengkap dengan Anggaran Nominal nya tentu hal ini sangat aneh, Kalaulah Meminta sumbangan setiap satuan pendidikan TK, yang sifatnya sukarela tentunya kan tidak perlu membuat proposal yang sifatnya mengikat,
Seharusnya kepala Disdik tersebut tinggal memanggil Tiap TK dan di musyawarah kan terkait kunjungan kerja pengawas TK ke jogjakarta, bukan malah Disdik tersebut mengeluarkan surat yang di kirim kepada sekolah sekolah taman kanak kanak (red) kita Patut menduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh Disdik tersebut
Padahal menurut Roni Singgih jika kunjungan kerja sifatnya kedinasan ada dana perjalanan dinas dari setiap Organisasi perangkat daerah OPD
Kemana dana perjalanan dinas yang sudah di sediakan pemerintah sudah tertera dalam Permenkeu PMK 113.05/2012 dan Surat edaran menteri pendidikan, Kebudayaan riset dan tekhnologi no 15 tahun 2023 tentang dana perjalanan dinas .
Kesalnya lagi, kenapa harus meminta minta ke setiap sekolah sekolah, Perlu juga di evaluasi kepala dinas pendidikan selaku pemimpin di OPD tersebut ” tegas nya
Ditempat terpisah awak media mencoba menghubungi kepala dinas pendidikan kota Pekanbaru Abdul Jamal terkait beredarnya proposal yang menggunakan llogindinas pendidikan kota pekan baru, pihaknya mengaku hal tersebut, rasa nya boleh saja, dan hal itu boleh di bantu boleh tidak,
bahkan saya hampir setiap hari menerima proposal dari internal ada yang di bantu ada juga tidak kalau iuran itu baru salah,elaknya lagi, walau demiki Tapi saya konfirmasi kan ke pengawas kalau itu meresahkan di TK” tutupnya
Abidah/LLN






