Kampar __________________________
Dalam rapat persiapan iven Bagholek Godang Festival 2022 pada Selasa, 5 Juli 2022, di Aula Kantor Bupati Kampar, Dr. H. Kamsol, MM, menjelaskan bahwa dirinya bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam menumbuh kembangkan UMKM di Kab. Kampar. Terkait dengan disain kemasan produk UMKM, Pj Bupati Kampar tersebut mengatakan bahwa itu nantinya bisa dirancang dan dibuat di BRIN.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dibentuk untuk membantu presiden dalam menyelenggarakan tugas pemerintah di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang teritegrasi. Lembaga ini dibentuk berdasarkan Perpres No. 78, Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional. Salah satu tugas BRIN adalah membuat perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan, pengembangan kompetensi, pengembangan profesi, manajemen talenta, dan pengawasan dan pengendalian sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, infrastruktur riset dan inovasi, fasilitasi riset dan inovasi, dan pemanfaatan riset dan inovasi.
Kita menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Pj Bupati Kampar, Dr. H. Kamsol, MM, menjalin kerjasama dengan BRIN dalam mendorong tumbuh kembang pelaku usaha kecil dan menengah di Kab. Kampar. Dengan adanya kerjasama ini kita berharap berbagai invensi dan inovasi hasil dari riset yang telah dilakukan oleh BRIN dapat diterapkan dengan baik oleh para pelaku usaha dan mendorong laju pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun, bukankah para disainer grafis dan produsen kemasan produk adalah bagian dari UMKM? Tidakkah tugas BRIN akan menjadi receh bila rancangan disain dan pembuatan kemasan produk juga dilakukan oleh mereka?
Kabupaten Kampar memiliki ciri tersendiri yang unik dan berbeda dengan daerah lain. Ciri dan keunikan tersebut, dalam seni media rekam (khususnya disain grafis), merupakan keunggulan yang dapat menjadi daya tarik bila dijadikan ide dasar dalam pembuatan konsep disain kemasan produk. Dan, Kab. Kampar juga tidak kekurangan tenaga disainer grafis. Kita punya sarjana seni media rekam dan seni rupa juga para profesional yang tidak kalah bersaing. Haruskah mereka bersaing dengan BRIN di rumahnya sendiri?
Terkait dengan produksi kemasan produk, bila Pj Bupati Kampar belum menemukan produsen yang mampu memproduksi dalam skala besar, bukankah ini menjadi peluang bagi kemunculan usaha baru UMKM di Kab. Kampar? Di sinilah, saya kira, peranan BRIN di Kab. Kampar dapat diamini; melakukan pembinaan dan mengembangkan kompetensi dan talenta putra daerah yang berprofesi sebagai disainer grafis dan produsen kemasan produk; bukan merancang disain dan membuat kemasan produk UMKM. Keberadaan BRIN di Kab. Kampar jangan sampai mengabaikan dan menggerus keterlibatan putra daerah dalam membangun negeri tumpah darah mereka.
Sementara itu, BRIN memiliki entitas baru berupa Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di bawah pemerintah daerah. BRIDA merupakan amanat Perpres 78/2021. Dr. Laksana Tri Handoko, MSc, Kepala BRIN, dalam suatu kesempatan mengatakan bahwa BRIDA merupakan mitra penting dalam pengambilan kebijakan daerah berbasis riset. Dengan adanya BRIDA, pemerintah daerah dapat menyampaikan berbagai masalah untuk dicarikan solusi ke BRIN.
Ketua Tim Transisi BRIN, Prakoso Bhairawa Putera turut mempertegas pentingnya keberadaan BRIDA dalam membantu kepala daerah melaksanakan kebijakan, koordinasi, sinkronisasi, serta invensi dan inovasi di daerah secara menyeluruh dan berkelanjutan. BRIDA juga diharapkan Prakoso mampu meningkatkan kemandirian dan daya saing daerah.
Bila kita cermati lagi pidato Pj Bupati Kampar dalam rapat persiapan iven Bagholek Godang Festival 2022 terkait rencananya mendisain dan membuat kemasan produk UMKM di BRIN seakan menegaskan bahwa Dr. H. Kamsol meyakini kemandirian dan daya saing daerah Kab. Kampar masih rendah. Anggaplah keyakinan itu benar, kenapa harus BRIN yang menyelesaikan masalah tersebut? Bukankah sudah menjadi kewajiban bagi Pj Bupati Kampar untuk segera membentuk BRIDA? agar masalah itu bisa diseleselaikan, dan juga masalah lainnya.
Keberadaan BRIN di Kab. Kampar tanpa adanya rencana dan upaya pembentukan BRIDA sangat disayangkan. Sebagai entitas dari lembaga yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden, pembentukan BRIDA di Kab. Kampar menjadi niscaya. Dengan koordinasi yang berkelanjutan dengan BRIN, kita berharap BRIDA akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, organisator, dan kolaborator untuk memecahkan permasalahan daerah berbasis riset.
Niat baik dan kesadaran Pj Bupati Kampar dalam membangun Kab. Kampar berbasis riset patut diacungi jempol. Hasil dari riset yang menyeluruh dan terukur menghasilkan invensi dan inovasi serta kebijakan yang akan mengurai dan menyelesaikan masalah-masalah pembangunan daerah. Namun, dalam pelaksanaannya sangatlah disayangkan bila Dr. H. Kamsol hanya memperkuat keberadaan BRIN di Kab. Kampar.
Saya masih ingat pidato Pj Bupati Kampar di Balai Bupati Kampar usai dilantik. Dr. Kamsol menegaskan berdasarkan pengalamannya sebagai abdi negara, pelibatan komunitas berbagai bidang merupakan salah satu aspek penting dalam melakukan inovasi pembangunan yang tepat guna dan berkelanjutan. Kinilah saatnya Dr. Kamsol mengimplementasikan pidato tersebut dengan membentuk BRIDA yang beranggotakan putra dan putri terbaik Kab. Kampar dari berbagai komunitas dan disiplin ilmu sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Penguatan keberadaan BRIN dalam membantu Dr. Kamsol menjalankan roda pemerintahan hanya akan menegaskan anggapan bahwa ia mengabaikan Peraturan Presiden dan keberadaan SDM berkualitas di Kab. Kampar. Dan ketika masa tugasnya sebagai Pj Bupati Kampar berakhir, maka keberadaan BRIN pun akan berakhir. Namun, keberlanjutan pembangunan berbasis riset akan melekat di Kab. Kampar ketika Dr. Kamsol mewariskan BRIDA sebagai lembaga yang membantu pemerintah daerah membangun Kab. Kampar yang mandiri dan berdaya saing.
Penulis
Benny Ikhsan






