Laba-labanews.com
RaiMuna___ Musyawarah Desa (Musdes) Khusus yang digelar di Desa Raimuna, Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna, pada Kamis, 12 Februari 2025, menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, rapat yang membahas program ketahanan pangan dengan anggaran sekitar Rp200 juta dari Dana Desa tersebut diduga tidak menghasilkan keputusan final yang jelas.
Program ketahanan pangan ini rencananya akan dikelola oleh Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Raimuna, Ahmat, beserta jajarannya, dengan melibatkan masyarakat. Rapat dihadiri oleh pemerintah desa, Ketua BUMDes, dan masyarakat setempat. Namun, sejumlah warga menyatakan kekecewaannya karena rapat dianggap tidak memberikan keputusan konkret terkait mekanisme pelaksanaan program.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa bahasa yang digunakan pejabat desa terlalu sulit dipahami oleh masyarakat awam, sehingga diskusi berjalan kurang efektif.
“Rapat sama sekali tidak memberikan keputusan yang jelas. Bahasa yang digunakan pejabat desa sangat ilmiah, membuat kami sulit mengerti. Akibatnya, diskusi tidak berkembang dan keputusan konkret tidak tercapai,” keluhnya.
Warga juga mempertanyakan transparansi mekanisme penggunaan dana BUMDes, terutama terkait apakah dana tersebut dapat dipinjamkan kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri atau tidak.
Menanggapi hal ini, Ketua BUMDes Raimuna, Ahmat, membantah bahwa rapat tersebut tidak menghasilkan keputusan final. Ia menegaskan bahwa hasil rapat telah disepakati, yakni pengadaan ayam petelur dan pengembangan tanaman sayur-mayur. Namun, menurutnya, sebagian peserta mungkin tidak menyadari keputusan tersebut karena terlalu fokus pada sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis.
“Hasil rapat sebenarnya sudah ada, yaitu pengadaan ayam petelur dan pengembangan tanaman sayur-mayur. Mungkin banyak yang tidak menyadarinya karena diskusi berjalan sangat aktif,” jelas Ahmat.
Ahmat juga mengakui bahwa program belum bisa langsung dijalankan karena ia belum resmi mulai bertugas sebagai Ketua BUMDes. Namun, ia berjanji akan menyesuaikan program tersebut dengan kebutuhan masyarakat setelah resmi menjabat.
“Saya akan mendalami kebutuhan masyarakat, baik dalam aspek peternakan ayam petelur maupun pertanian sayur-mayur. Keputusan yang diambil akan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Ahmat mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan desa melalui program BUMDes.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Desa Raimuna agar tetap aktif berpartisipasi. Bersama, kita bisa membangun desa dengan dana BUMDes dan Dana Desa demi kesejahteraan bersama,” tutup Ahmat.






