DaerahKamparKehutanan

Kekeringan Dihulu Danau Rusa PLTA Koto Panjang Mulai Terlihat, Camat XIII Koto kampar Ngaku akan Berkordinasi Pihak Terkait

240
×

Kekeringan Dihulu Danau Rusa PLTA Koto Panjang Mulai Terlihat, Camat XIII Koto kampar Ngaku akan Berkordinasi Pihak Terkait

Sebarkan artikel ini

Labalabanews

 

Kampar______Kondisi DAS dan juga daerah tangkapan air PLTA Koto Panjang saat ini menjadi perhatian semua pihak, hal itu berdasarkan pantauan TIM Media Ini diareal Hulu danau yang sebelumnya Hutan Belantara, saat ini disulap menjadi Perkebunan Kelapa sawit.

Ribuan hektar perkebunan kelapa sawit dihulu Danau rusa PLTA Koto panjang terpantau sejauh mata memandang Menghijau,dihantara jajaran bukit sekitar  danau rusa PLTA Tepatnya di desa Koto tuo kecamatan XIII Koto Kampar,

Hal tersebut, diungkapkan salah seorang warga disekitar danau yang ditemuai awak media ini mengaku,
Pemilik perkebunan sawit ini didominan orang- orang Luar dari kampung Ini,Luasnya bukan sedikit pak,
Ada ribuan hektar, contohnya diseberang itu ratusan tenaga kerja orang orang luar dan sebahagian juga orang kampung disini,
Itu milik perorangan, inisial (X) Kalau diperkirakan luas lahannya ada mungkin ribuan Hektar,

Mengalami kekeringan danau ini semenjak Kawasan Ini berubah jadi perkebunan sawit, dan bapak bisa lihat kondisi sekarang, danaunya berubah menjadi parit kecil, kesalnya,

Padahal dulunya disini kebanyakan masyarakat berprofesi nelayan lokal, yang bergantung hidup untuk menangkap ikan disekitar danau,

 

Tidak hanya itu saja, menjamurnya Bangunan bangunan di sekitar danau PLTA yang sebelumnya Hutan kini mulai jadi Incara bagi pelaku Usaha wisata,

Pemanfaatan hutan dan lahan lahan yang di duga sebelumnya telah diganti Rugi PLTA, TIM mencoba konfirmasi melalui pemerintah kecamatan XIII koto kampar Zulfikar, dimasa kepemimpinannya apakah ada pihaknya mengeluarkan surat diatas lahan yang telah diganti rugi,

Namun Camat XIII Koto kampar Zulfikar saat dikonfirmasi senin 19/8 terkait kondisi danau PLTA koto panjang yang semakin memburuk, ia hanya menjawab, akan berkordinasi dengan pihak terkait,

Mengenai penerbitan Administrasi kepada pihak desa desa disekitar danau, pihak belum memberikan Penjelasan,

Dikutip dari pemberitaan media Petah.id sebelumnya pihaknya merilis luasan hutan dikawasan PLTA Koto panjang, tinggal 886,1 kilomter persegi dari sebelumnya 3.331 Kilometer Persegi. Dengan demikian, merestorasi hutan di sekitar Danau adalah opsi yang tak bisa ditawar.

Aras Mulyadi, dalam jurnal Industri dan Perkotaan Volume VIII (2003) secara tegas menyampaikan pentingnya menjaga ekosistem di kawasan Danau PLTA Kota Panjang. Kelestarian waduk PLTA Koto Panjang sangat dipengaruhi oleh permasalahan lingkungan yang ada di sekitarnya. Degradasi daerah tangkapan air akan memicu laju erosi dan sedimentasi yang masuk ke dalam waduk. Jika kondisi ini berlanjut terus maka hanya akan memperpendek umur waduk, yang pada gilirannya akan mengganggu pasokan listrik.

Masih dalam jurnal tersebut, Aras menjelaskan setidaknya ada empat cara yang dapat ditempuh dalam rangka meminimalisir degradasi daerah tangkapan, laju erosi dan sedimentasi. Pertama, pengembangan tata ruang terpadu, baik yang untuk mengatur pemanfaatan daerah perairan dan pemanfaatan daerah daratan. Kedua, pengelolaan terpadu dengan pelibatan masyarakat tempatan. Ketiga, penerapan konsep satu manejemen pengelolaan lingkungan (one plan one mangement). Keempat, ciptaan lapangan ekonomi bagi masyarakat sehingga pemanfaatan Danau PLTA Koto Panjang dan daerah bagian atasnya dapat dikendalikan.

Memang teori tidak semudah implementasi. Namun, mau tidak mau, suka tidak suka hal tersebut harus segera dilaksanakan. Semata-mata demi menjaga fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi yang saling terkait di kawasan itu

TIM/LLL

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777