Labalabanews.com
Jakarta.Nama Kabupaten Nias Utara bergema di Istana Negara hari ini. Bupati Nias Utara mendapat kehormatan menjadi narasumber utama mewakili 30 daerah tertinggal dan sangat tertinggal se-Indonesia dalam pertemuan strategis bersama pemerintah pusat. Senin 08/06/2026
Forum ini dihadiri langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Wakil Menteri Bappenas, serta jajaran kementerian terkait. Agendanya satu: mendengar suara daerah agar pembangunan nasional lebih merata dan berkeadilan.

“Ini kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Saya hadir bukan hanya untuk Nias Utara, tapi membawa harapan 30 daerah yang selama ini butuh percepatan,” ujar Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu dalam pemaparannya.
Kepercayaan itu bukan tanpa alasan. Penunjukan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Di hadapan para pengambil kebijakan, Bupati menyampaikan kondisi riil di lapangan, capaian pembangunan, serta tantangan yang masih dihadapi masyarakat daerah.
Momen ini jadi bukti nyata bahwa suara dari ujung utara Pulau Nias kini didengar langsung oleh pusat. Diharapkan, pertemuan ini melahirkan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran untuk mengejar ketertinggalan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Semangat perjuangan Bupati diharapkan jadi pemicu sinergi seluruh elemen masyarakat Nias Utara. Targetnya jelas: daerah yang lebih maju, sejahtera, dan tidak lagi tertinggal.








