Laba-labanews.com
Kampar___Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar, Refrizal, menyampaikan rencana percepatan optimalisasi sistem transportasi aglomerasi Centra Urban Transportation atau yang disebut OCU TRANS. Program ini ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan transportasi publik di wilayah perbatasan Kabupaten Kampar dengan Kota Pekanbaru, khususnya di tiga kecamatan: Tambang, Siak Hulu, dan Tapung.
Dalam penjelasannya, Refrizal menyebutkan bahwa Kecamatan Tambang menjadi titik fokus utama pelaksanaan OCU TRANS. Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di mana pemerintah memiliki kewajiban mewujudkan layanan transportasi yang aman, tertib, dan selamat bagi masyarakat.
Saat ini, Refrizal mengungkapkan bahwa transportasi umum massal di wilayah tersebut masih minim. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar menggagas inovasi transportasi publik dengan menjalin kerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru. Langkah konkret telah dilakukan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru. Nantinya, transportasi aglomerasi ini akan diwujudkan melalui jaringan Trans Metro Pekanbaru yang diperluas hingga ke wilayah perbatasan Kecamatan Tambang.
Bupati Kampar, Hambali, memberikan dukungan penuh terhadap program ini dan menargetkan implementasi OCU TRANS dapat terealisasi pada tahun 2025. Dengan hadirnya OCU TRANS, Kabupaten Kampar menjadi daerah pertama di antara kawasan “Pekan Sekawan” (Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, dan Siak) yang mengembangkan konsep transportasi aglomerasi. Jika program ini berhasil dan memenuhi kapasitas penumpang (load factor), maka sistem transportasi ini akan dikembangkan lebih lanjut ke kecamatan lain seperti Siak Hulu dan Tapung.
Refrizal juga menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Riau kemungkinan akan mengambil alih pengelolaan sistem transportasi aglomerasi di masa mendatang. Namun, tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Tambang yang saat ini tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di Kabupaten Kampar, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan bebas macet.
Lebih lanjut, Refrizal berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan baik. Dukungan pemerintah dalam bentuk anggaran, sarana, dan prasarana harus diimbangi dengan partisipasi aktif masyarakat dalam menggunakan transportasi publik. Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif menggunakan transportasi umum demi menciptakan mobilitas yang efektif dan efisien.
“Ini merupakan langkah inovasi yang harus dimaksimalkan. Jika masyarakat mendukung dan memanfaatkannya, program ini akan memberikan keuntungan besar, baik bagi masyarakat sendiri maupun pemerintah,” tutup Refrizal.
Dengan hadirnya OCU TRANS, diharapkan aktivitas masyarakat berjalan lancar, kebutuhan sehari-hari terpenuhi dengan baik, angka kecelakaan berkurang, serta kemacetan dan polusi udara dapat ditekan. Pemerintah Kabupaten Kampar optimis bahwa program ini akan menjadi solusi nyata bagi tantangan transportasi di wilayah perbatasan.






