Labalabanews.com
Kampar___Dugaan keterlibatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kampar dalam pengaturan tender proyek kian panas. Namun yang lebih mengejutkan bukan sekadar isu keterlibatan itu sendiri, melainkan sikap arogan dan tidak bertanggung jawab Sekda saat dimintai klarifikasi oleh media.
Dalam pesan singkat yang dikirim jurnalis Labalabanews.com,Sekda ditanya secara langsung terkait informasi bahwa dirinya terlibat aktif menentukan pemenang tender proyek di Kampar. Namun jawaban Sekda justru mengejutkan dan terkesan melecehkan fungsi media.
“Tanyakan saja ke media sumber P Ali. Tks,” balas Sekda dengan enteng, tanpa klarifikasi, tanpa penjelasan, dan tanpa rasa tanggung jawab sedikit pun.
Sikap ini dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap kerja jurnalistik dan bentuk penghindaran dari tanggung jawab publik. Dalam demokrasi yang sehat, pejabat publik wajib memberikan keterangan atas isu yang menyangkut integritas jabatannya. Namun yang terjadi di Kampar justru sebaliknya: diam, cuek, dan melempar tanggung jawab.
“Ini bukan sekadar diam. Ini bentuk pengabaian, arogansi, bahkan penghinaan terhadap tugas jurnalistik yang sah! Sekda seharusnya melayani pertanyaan media dengan keterbukaan, bukan lari dan lempar tanggung jawab,” ujar aktivis antikorupsi yang enggan disebutkan namanya.
Jawaban dingin dari Sekda ini justru memicu tanda tanya lebih besar. Jika tidak terlibat, mengapa menghindar? Jika fitnah, mengapa tidak membantah? Sikap pasif justru semakin memperkuat dugaan adanya peran aktif dalam permainan proyek.
Ketua ICI Kampar, M. Ikhsan, SH, bahkan sudah lebih dulu mendesak Bupati Kampar dan APH agar segera menyelidiki keterlibatan pejabat-pejabat yang ‘bermain di belakang layar’.
Kini, semua mata tertuju pada Bupati Kampar beranikah mengambil sikap tegas terhadap bawahannya yang mengabaikan etika pemerintahan dan mempermalukan citra birokrasi? Ataukah ini justru menandakan bahwa permainan ini sudah jadi rahasia umum di lingkaran kekuasaan?







