Labalabanews.com
Kuok, ______15 Mei 2026 Upaya pencarian terhadap Rahmadani (13 tahun), anak yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Kampar, hingga memasuki hari kedua pelaksanaannya belum menemukan titik terang.
Tim gabungan yang dipimpin langsung oleh pejabat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar terus bergerak melakukan penyisiran menyeluruh di sepanjang aliran sungai.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD Kampar, Chandra, dalam laporan perkembangan terbaru yang disampaikan pada Jumat (15/5/2026). Menurutnya, Kabid Kesiapsiagaan dan Logistik bersama Kasubbid Kedaruratan masih berada di lokasi dan memimpin langsung operasi pencarian demi menemukan keberadaan korban.
Berdasarkan data identitas yang dihimpun, Rahmadani merupakan anak laki-laki kelahiran Lereng, 29 Juli 2013, beralamat di Desa Lereng. Saat kejadian, korban diketahui mengenakan kaos berwarna merah dan celana berwarna biru.
Kejadian nahas tersebut berlangsung sekitar pukul 13.20 WIB. Saat itu, terdapat sekitar 15 anak seumuran korban yang berkumpul di area bawah jembatan. Beberapa di antaranya diketahui mandi dengan cara memanjat tiang jembatan lalu terjun ke dalam sungai.
Ketika teman-temannya telah selesai mandi dan beranjak pergi, masih tersisa dua orang anak yang berada di dalam air.
Pada momen tersebut, Rahmadani tiba-tiba hanyut terbawa arus dan masih sempat bergantung pada temannya, namun tak lama kemudian genggaman itu terlepas. Korban pun hilang terseret arus dan tenggelam, sementara temannya berhasil menyelamatkan diri.
“Sampai saat ini pencarian masih terus dilakukan, namun belum ada titik terang terkait keberadaan korban. Tim kami masih berupaya menyisir setiap titik di sepanjang aliran Sungai Kampar,” tegas Chandra.
Operasi pencarian dan penyisiran masih akan terus diintensifkan dengan melibatkan seluruh sumber daya yang ada.
Pihak BPBD Kampar mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk ikut membantu mengawasi dan melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Perkembangan hasil pencarian selanjutnya akan disampaikan secara berkala.






