BeritaKamparPemerintahan

Dugaan Penyalahgunaan Lahan R di Desa Transmigrasi Kampar Kembali Jadi Sorotan

218
×

Dugaan Penyalahgunaan Lahan R di Desa Transmigrasi Kampar Kembali Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Laba-labanews.com

Kampar___Dugaan penyalahgunaan lahan sisa (lahan R) di salah satu desa transmigrasi di Kabupaten Kampar kembali mencuat ke permukaan. Lahan yang seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sesuai aturan perundang-undangan ini diduga dialihkan atau diperjualbelikan oleh oknum Kepala Desa berinisial MH.

Hingga berita ini diturunkan, MH belum memberikan klarifikasi terkait tuduhan tersebut. Pihak media yang mencoba menghubungi MH melalui telepon seluler tidak mendapatkan respons, baik melalui panggilan langsung maupun pesan singkat.

Menurut salah seorang warga desa, sebut saja X, lahan R merupakan tanah yang diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dikelola sesuai ketentuan. “Aturannya sudah jelas, sesuai dengan Permen Agraria Nomor 18 Tahun 2020. Kami sangat berharap tidak ada penyalahgunaan, karena lahan ini adalah milik bersama,” ungkap X.

Sebelumnya, kasus ini sempat mendapat perhatian dari Inspektorat pada tahun 2022. Saat itu, Inspektorat telah memberikan teguran agar penggunaan lahan R segera diselesaikan sesuai regulasi. Namun, hingga kini, tidak ada tindakan konkret yang dilakukan.

Masyarakat setempat mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera turun tangan. “Kami butuh kejelasan. Jika benar lahan ini sudah dialihkan atau diperjualbelikan, dampaknya akan sangat merugikan masyarakat, terutama terkait hak atas tanah,” tegas X.

Minimnya pengawasan terhadap lahan tersebut juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi warga desa. Mereka berharap agar pihak berwenang segera mengusut kasus ini secara transparan dan memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran.

“Kami hanya ingin keadilan ditegakkan dan lahan ini digunakan sesuai peruntukannya. Jangan sampai hal seperti ini terus terjadi tanpa ada solusi,” tambah salah satu warga lainnya.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu respons dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menyelesaikan polemik ini. Klarifikasi dari MH sebagai Kepala Desa juga diharapkan untuk mengakhiri spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

 

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777