Laba-labanews.com
Jakarta___Mahendra Uttunggadewa, yang lebih dikenal sebagai Kang Dandi, kembali menggebrak dengan seruan kebangkitan nasional menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila. Dalam momentum 27 tahun Reformasi, tokoh Koordinator Pejuang Kebangkitan Pergerakan ’98 ini menegaskan pentingnya generasi muda untuk bangkit bukan sekadar mengenang sejarah, tapi membentuk masa depan lewat keberanian berpikir dan bertindak mandiri.
Dalam artikelnya bertajuk “Dekolonisasi Epistemik dan Reaktualisasi Pancasila-Trisakti”, Kang Dandi menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia belum sepenuhnya tuntas. Menurutnya, meski penjajahan fisik telah lama berlalu, kolonialisme pemikiran Barat masih mencengkeram cara pandang bangsa—mulai dari pendidikan, kebijakan, hingga budaya populer.
“Kita perlu membongkar ketergantungan terhadap standar asing. Saatnya merumuskan cara berpikir yang lahir dari akar budaya dan realitas bangsa sendiri,” tegasnya.
Sebagai aktivis reformasi yang tetap konsisten memperjuangkan perubahan, Kang Dandi mendorong agar semangat Trisakti Bung Karno—berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya—tidak sekadar menjadi jargon ideologis, tapi dijalankan sebagai pedoman konkret pembangunan bangsa.
“Reformasi bukan soal menggulingkan atau mempertahankan kekuasaan. Ini tentang menjaga arah bangsa agar tetap dalam jalur keadilan sosial dan kemandirian nasional,” ujar Kang Dandi.
Ia juga menyoroti urgensi peran generasi muda dalam era digital. Menurutnya, menjadi agen perubahan tidak cukup dengan aktif di media sosial—anak muda harus menjadi pelaku nyata dalam transformasi sosial, ekonomi, dan kebudayaan.
“Bangkit itu soal keberanian berpikir sendiri, bangga pada identitas, cinta produk dalam negeri, dan kritis terhadap ketimpangan sosial dengan cara kreatif dan solutif,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Kang Dandi menantang generasi muda untuk menjadi arsitek masa depan, bukan sekadar penonton sejarah.
“Jangan jadi pewaris pasif. Jadilah pelaku sejarah. Rawat jati diri bangsa dan bangun Indonesia dengan semangat Pancasila-Trisakti,” tutupnya penuh semangat.
Pesan Kang Dandi menggema kuat di tengah kondisi bangsa yang membutuhkan arah dan keberanian baru. Saatnya generasi muda mengambil tongkat estafet perubahan—bukan esok, tapi sekarang.







