PekanbaruPemerintahan

Kapolda, Gubri Bersama Forkopimda Pimpin Apel Siaga Bencana 

140
×

Kapolda, Gubri Bersama Forkopimda Pimpin Apel Siaga Bencana 

Sebarkan artikel ini

Pekan Baru _________________

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar memimpin apel siaga bencana di halaman kantor Gubernur Riau, Selasa (22/11/2022).

Apel ini diikuti ribuan personel terdiri dari TNI-Polri dan berbagai satuan lainnya.

Syamsuar menjelaskan, apel siaga ini bertepatan dengan keputusan Gubernur Riau.

“Status siaga bencana ini ditetapkan sampai tanggal 30 November mendatang,” jelas Syamsuar.

Namun, lanjut Syamsuar, berkemungkinan statusnya bisa diperpanjang hingga 30 Desember mendatang.

“Status siaga ini berkemungkinan diperpanjang sampai 30 Desember. Karena tanggal 24 saya akan rapat bersama Menkopolhukam bersama pak Kapolda dan Danrem dalam rangka penanganan hutan dan lahan,” jelas Syamsuar.

Apel ini sebut Syamsuar, juga menindaklanjuti peringatan dari BMKG bahwa semua daerah di Bumi Lancang Kuning berkemungkinan akan menghadapi banjir, musim penghujan yang begitu tinggi.

“Karena itu butuh kesiapsiagaan kita, karena saudara-saudara kita yang beragama Kristen dan Nasrani akan merayakan hari Natal dan tahun baru. Maka, perlu perlu kita persiapkan apel kesiapsiagaan menghindari banjir dan tanah longsor ini,” ungkap Syamsuar.

Apel ini kata Syamsuar, juga menyikapi terjadinya banjir dibeberapa daerah di Provinsi Riau.

” Apel untuk mempersiapkan jika terjadi banjir di tempat kita,” ujar Syamsuar.

Mantan Bupati Siak ini juga menyinggung terjadinya bencana di Cianjur, Jawa Barat, yang memakan ratusan korban jiwa.

“Kami mendoakan semoga korban diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa,” harap Syamsuar.

Paska terjadi bencana tersebut, suami Misnarni ini juga telah berkomunikasi dengan Ridwan Kamil.

“Pak RK juga mengatakan sebelumnya sudah menyiapkan siaga di Cianjur. Sehingga kami ucapkan terimakasih, karena kami juga sudah siap,” kata Syamsuar.

Meskipun pihaknya telah mempersiapkan diri, pihaknya juga menghimbau agar masyarakat tetap waspada.

“Kita juga harapkan masyarakat juga siap dan waspada, dengan melaporkan melalui Babinsa, Bhabinkamtibmas. Agar segera bersama-sama ditangani,” katanya.

Syamsuar menambahkan, pihaknya juga tengah fokus khusus berkaitan dengan PMK masih berlangsung di Indonesia

“Besok kami juga ada pertemuan dengan satgas PMK di pusat,” pungkasnya.

Terkait teknis kesiapsiagaan, Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal SIK MH mengatakan, pihaknya menyiapkan sekitar lebih kurang 4000 personel.

“Prinsipnya kita membackup pemerintah provinsi yakni TNI-POLRI telah menyiapkan mesin untuk melakukan dua hal,” jelas Iqbal, sembari menjelaskan tindakannya yakni Preventif dan Preemtif.

Selain keterlibatan pemerintah dan TNI-POLRI, yakni Korem, Lanud, Lanal.  Iqbal menyinggung pernyataan Gubri, terkait perbaikan drainase sehingga mengakibatkan sampah yang mengakibatkan banjir.

Menurut Iqbal, pencegahan ini penting, dengan memperbaharui drainase, sampah dan lain-lain harus betul betul clear dan juga bersih, sehingga potensi untuk banjir, longsor dan lain sebagainya dapat diminimalisir.

“Apel siaga bencana bersama stakeholder terkait ini digelar guna mengantisipasi terjadinya bencana alam di Provinsi Riau,” kata Irjen Iqbal

Prosesnya kata Iqbal, pihaknya menitipkan himbauan-himbauan melalui Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa dan lain-lain sudah bergerak semua.

Kedua, yakni TNI Polri sudah menyiapkan skenario-skenario terburuk di Kabupaten/kota masing-masing.

“Ini sudah menjadi agenda kami dan ada beberapa kabupaten/kota yang sudah melaksanakan apel ini dan kami sudah perintahkan, setelah provinsi melaksanakan apel persiapan, wajib seluruh kabupaten/kota bergandengan tangan melakukan apel konsolidasi untuk melaksanakan preemtif dan preventif strike juga melaksanakan upaya upaya kesiapsiagaan, kalau hal buruk terjadi sudah tau apa yang harus dilakukan, kapan harus dilakukan, rumah sakit rujukan dan siapa yang bertanggungjawab,” tegas Iqbal.

Ditanya wilayah mana saja yang saat ini sudah terdampak banjir, Iqbal menjelaskan ada tiga Kabupaten yakni Rokan Hulu (Rohul) sama Rokan Hilir (Rohil), Dumai hanya banjir rob.

“Alhamdulillah sampai hari ini belum begitu bisa dikatakan rawan, tetapi mapping kita dari tahun ke tahun tiga kabupaten/kota itu yang kita waspadai, tapi ada beberapa juga seperti Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan juga Kampar, kita juga harus waspadai. Intinya kita over estimate tidak mau under estimate, Provinsi Riau harus siap dengan segala kondisi apapun untuk mengantisipasi segala hal,” terangnya.(*)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777