Laba-labanews.com
Pelalawan___Kondisi mengenaskan ditemukan di TK Negeri Pembina, Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar anak-anak usia dini itu justru menjadi sasaran perusakan oleh sekelompok remaja. Peristiwa ini terungkap setelah beredarnya video TikTok yang menunjukkan kerusakan parah di dalam ruang kelas. Penyelidikan yang dilakukan pada Rabu, 9 April 2025, mengungkap bahwa para pelaku diduga merupakan remaja setempat yang memanfaatkan masa liburan untuk pesta minuman keras dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.
Keterangan dari para guru, yakni Disriami, Darwani, dan Fitri Yeni, menyebutkan bahwa mereka pertama kali menemukan kerusakan tersebut pada Minggu, 6 Maret 2025, saat datang ke sekolah untuk membersihkan lingkungan menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar. Mereka mendapati pintu dan jendela dalam keadaan rusak dan terbuka, ruang kelas berantakan, serta sampah berserakan. Lebih mengkhawatirkan lagi, ditemukan botol minuman keras jenis Anker Bir dan Anggur Merah, serta alat isap narkoba (bong) di dalam ruangan.
Akibat perusakan tersebut, sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan serius, seperti kunci pintu dan jendela yang rusak, buku-buku pelajaran yang dirobek, alat permainan anak-anak yang dihancurkan, serta meja dan kursi yang diserakkan. Kepala sekolah langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Langgam untuk ditindaklanjuti.
Kapolsek Langgam, Ipda Jeri Sinaga, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan berusaha mengidentifikasi para pelaku. Meskipun telah ada dugaan kuat mengenai identitas pelaku, penindakan hukum belum dapat dilakukan karena minimnya barang bukti yang cukup kuat. Kapolsek juga menekankan bahwa para pelaku diduga merupakan pengguna narkoba, bukan pengedar, sehingga diperlukan langkah khusus dalam penanganannya.
Kasus ini menjadi cerminan nyata dari meningkatnya penyalahgunaan narkoba dan lemahnya pengawasan terhadap remaja di wilayah hukum Polres Pelalawan. Selain merusak fasilitas pendidikan, kejadian ini juga mencoreng wajah dunia pendidikan dan menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat. Aparat dan masyarakat diharapkan dapat bersinergi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang dan melindungi lingkungan pendidikan dari pengaruh negatif pergaulan bebas.







