Labalabanews.com
NUSAKAMBANGAN,_____ Menjalani masa pidana tidak menyurutkan semangat warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Pulau Nusakambangan untuk mempersiapkan masa depan.
Sejumlah narapidana kini mengikuti pelatihan keterampilan konveksi, mulai dari menjahit, memotong bahan, hingga mengoperasikan mesin obras dan mesin produksi lainnya.
Program ini dijalankan PT Sentosa Garmindo di dalam Lapas. Salah seorang warga binaan yang terjerat kasus narkoba mengaku baru dua bulan belajar, namun sudah mampu mengerjakan bagian-bagian pakaian seperti memasang stik dan kerah.
“Baru di sini, baru dua bulan belajar,” ujarnya, Kamis (9/10/2026).
Meski masih dalam tahap belajar, mereka sudah memperoleh upah dari hasil produksi. Upah tersebut digunakan untuk membantu kebutuhan sehari-hari selama di dalam Lapas.
“Buat tambah makan di sini,” katanya.
Ia berharap keterampilan itu menjadi bekal hidup yang lebih baik setelah bebas. “Jalani hidup yang normal saja, dengan kerja dengan ikhlas. Walaupun hasil nggak seberapa, yang penting halal,” tuturnya.
Kisah serupa datang dari Disaya, warga binaan asal Jawa Tengah. Ia mengaku baru pertama kali belajar menjahit selama di Lapas. Dengan sisa masa pidana 1,5 tahun, ia bertekad membuka usaha sendiri setelah bebas.
“Insya Allah,” ucapnya saat ditanya rencana usaha. Hasil dari menjahit bahkan sudah ia kirimkan untuk orang tuanya.
Target 500 Warga Binaan, Produksi 200 Ribu Potong per Bulan
Direktur Utama PT Sentosa Garmindo, Pratama Ananda, mengatakan program ini menargetkan 500 warga binaan. Saat ini 86 orang sudah aktif.
“Menargetkan warga binaan 500 orang, yang sedang berjalan 86 orang,” ujar Pratama.
Program ini tidak hanya pelatihan, tetapi berorientasi produksi nyata. Pasar yang dibidik pun luas, mulai dari seragam sekolah, department store, hingga ekspor.
Kapasitas produksi ditargetkan mencapai 200 ribu potong pakaian per bulan.
Sebagai bentuk komitmen pemberdayaan, warga binaan yang mengikuti program selama tiga tahun akan dibekali satu unit mesin jahit saat pulang.
“Setelah mengikuti program di PT Sentosa Garmindo selama tiga tahun, pulang dibekali satu buah mesin jahit jarum satu,” kata Pratama.
Program ini diharapkan menjadi modal produktif bagi warga binaan agar siap kembali ke masyarakat, baik sebagai pekerja maupun wirausaha mandiri.







