Laba-labanews.com
Tapung Hulu___Ratusan warga yang tergabung dalam KOPOSAN (Kelompok Pemilik Sertifikat Hak Milik) dari Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, melakukan aksi penghadangan terhadap pihak keamanan PT KNES pada Senin siang (14/4). Aksi ini merupakan buntut dari kekecewaan masyarakat atas pengelolaan lahan seluas 2.800 hektare yang telah berlangsung sejak tahun 2019 tanpa adanya kejelasan bagi pemilik sah lahan tersebut.
Pukul 12.50 WIB, sekitar 15 orang security PT KNES menghadang rombongan KOPOSAN yang hendak melakukan panen mandiri dengan menutup akses portal menuju areal sengketa. Namun, setelah dilakukan negosiasi oleh Kapolsek Tapung Hulu, AKP Wel Etria, S.S., M.H., warga akhirnya bersedia berunding di kantor PT KNES.
Dalam pertemuan yang berlangsung, masyarakat menyampaikan lima tuntutan utama:
1. Penolakan terhadap eksistensi Koperasi KNES di bawah kepemimpinan H. Alwi.
2. Permintaan kehadiran Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos, M.T, dalam waktu 2×24 jam.
3. Permintaan status quo atas lahan 2.800 Ha hingga konflik diselesaikan.
4. Penghentian seluruh aktivitas di area tersebut sampai pertemuan dilaksanakan.
5. Desakan kepada Kapolres Kampar untuk segera menyelesaikan konflik agraria ini.
Kapolsek Tapung Hulu kemudian berkoordinasi dengan Sat Intelkam Polres Kampar dan Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar. Hasilnya, Dinas Perkebunan mengagendakan pertemuan penyelesaian pada Rabu, 16 April 2025, pukul 09.00 WIB di Bangkinang.
Warga menyatakan siap hadir dalam pertemuan tersebut. Namun, aparat keamanan memprediksi potensi konflik fisik akan kembali terjadi jika tidak ditemukan solusi tuntas dalam pertemuan itu atau jika pihak KNES mangkir dari agenda resmi.
Polisi telah melakukan tindakan cepat dengan mendatangi lokasi, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, serta terus melakukan monitoring lapangan. Pihak Kepolisian juga merekomendasikan agar Bupati Kampar turut hadir dalam pertemuan mediasi sebagai bentuk komitmen penyelesaian masalah yang berlarut-larut ini.
Situasi saat ini telah kembali kondusif, namun ketegangan masih membayangi wilayah 2.800 Ha tersebut.






