Laba-labanews.com
Kampar___Kehadiran Satgas Garuda di Kampar beberapa hari lalu meninggalkan banyak tanda tanya. Mereka menyegel lahan PT Johan Sentosa, anak perusahaan Duta Palma Group, namun publik bertanya-tanya: Apakah ini langkah nyata atau hanya sekadar seremoni?
Sekjen KNPI Kampar, Anton, menyoroti bahwa ini bukan pertama kalinya lahan perusahaan tersebut disegel. Bahkan, kantor anak perusahaan itu hingga kini masih terpampang plang segel, tetapi aktivitasnya tetap berjalan normal tanpa hambatan.
“Jika negara menyegel lahan ini, lalu mau diapakan? Bagaimana kejelasan statusnya? Jangan sampai hanya seremonial tanpa kepastian hukum,” ujar Anton.
Ia juga menyoroti banyaknya lahan di Kampar yang diklaim sebagai kawasan hutan atau dikuasai perusahaan tanpa Hak Guna Usaha (HGU). Padahal, sejatinya tanah itu merupakan tanah ulayat masyarakat adat.
Anton mempertanyakan efektivitas Satgas Garuda dalam menangani konflik agraria. “Apakah cukup satu hari untuk menindaklanjuti perkara kompleks seperti ini? Apakah mereka benar-benar mendata luas kawasan hutan yang telah dirampas?” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran Satgas Garuda seharusnya membawa solusi konkret bagi masyarakat, bukan sekadar turun ke lokasi, berfoto, membuat video, memasang plang segel, lalu melaporkan kepada presiden seolah-olah semuanya sudah terkendali.
“Kami mendukung Satgas Garuda, tetapi transparansi dan ketegasan harus dikedepankan. Jangan hanya datang, swafoto, lalu pergi tanpa hasil nyata,” tegas Anton.
Masyarakat Kampar menunggu jawaban: Apakah segel ini benar-benar langkah tegas atau hanya sekadar pertunjukan?






