Laba-labanews.com
Kampar___Seorang pria bernama Maksun (62), warga Dusun Muara Danau, Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah hanyut di Sungai Kampar.
Jenazah korban ditemukan pada Kamis pagi (26/12/2024) di bawah Jembatan Pulau Pandak, Desa Limau Manis, Kecamatan Kampar, setelah dilaporkan tenggelam tiga hari sebelumnya.
Penemuan jenazah bermula ketika seorang warga, Ardillah (22), sedang menjemur kain di tepi sungai dan melihat tubuh korban mengambang sekitar 10 meter dari bibir sungai. Melihat hal tersebut, Ardillah langsung menggunakan sampan untuk mendekati korban dan membawanya ke tepian, dibantu oleh warga lainnya, Syahrial (45) dan M. Haris (60).
Setelah menerima informasi pada pukul 07.30 WIB, Kapolsek Kampar, IPTU Rekmusnita, S.H., M.H., memerintahkan tim Polsek Kampar yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Marshudi, S.M., untuk segera menuju lokasi penemuan. Tim SAR yang tiba di lokasi pukul 08.15 WIB langsung melakukan evakuasi jenazah, yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Bangkinang untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Korban, yang diduga mengalami gangguan jiwa, sempat terjatuh dari Jembatan Merah di Sungai Kampar pada Selasa (24/12/2024), dan dilaporkan hilang sejak saat itu. Keterangan dari pihak keluarga dan Kadus Sipungguk, Harun (41), mengungkapkan bahwa korban sebelumnya juga pernah jatuh dari jembatan yang sama.
Sekitar pukul 09.25 WIB, keluarga korban tiba di Rumah Sakit Umum Bangkinang dan setelah melakukan identifikasi, mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan perkara ini ke ranah hukum. Pihak keluarga membuat surat pernyataan dan jenazah korban dibawa untuk dimakamkan.
Kapolsek Kampar menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan, seperti mendatangi lokasi kejadian, mencatat keterangan saksi, serta memberikan bantuan dalam proses evakuasi korban. Selain itu, pihak kepolisian juga memberikan himbauan kepada warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama mengingat cuaca yang tidak menentu.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban dan pemerintah desa setempat untuk memastikan kejadian ini tidak berulang, serta memberikan sosialisasi mengenai potensi bahaya di sekitar aliran sungai,” ujar IPTU Rekmusnita.
Kapolsek Kampar menyarankan agar pihak terkait meningkatkan kewaspadaan dan melakukan sosialisasi lebih intensif kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di tepi sungai. Selain itu, pihaknya merekomendasikan agar Sat Reskrim Polres Kampar melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian ini.
Kasus ini juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di musim penghujan yang dapat meningkatkan risiko bahaya akibat arus deras dan banjir.






