Nasional

Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Pengusaha Muda Antisipasi Krisis Global

191
×

Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Pengusaha Muda Antisipasi Krisis Global

Sebarkan artikel ini

Surakarta ___________________

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengingatkan dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Secara ringkas, dunia dihadapkan pada 4 C, yaitu Covid-19, conflict antar negara, climate change atau perubahan iklim, serta crisis, baik krisis pangan, krisis energi, krisis keuangan, hingga krisis kepercayaan antar komunitas global.

Untuk Covid 19, jumlah penduduk dunia yang terpapar Covid-19 telah mencapai 643 juta. Sebanyak 6,62 juta diantaranya meninggal dunia. Upaya pengendalian pandemi Covid-19 juga masih dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti terus berkembangnya varian baru virus Covid-19, hingga kesenjangan akses terhadap distribusi vaksin khususnya bagi negara-negara berkembang dan miskin. Pengendalian pandemi dengan penerapan lockdown di beberapa negara, juga turut berkontribusi pada pelambatan pertumbuhan ekonomi global.

“Dunia juga dihadapkan pada perubahan iklim yang ditandai hadirnya cuaca ekstrem, dipicu peningkatan konsentrasi gas karbondioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Selain menyebabkan pemanasan suhu bumi, perubahan iklim juga berdampak pada kenaikan permukaan air laut, hingga terjadinya berbagai bencana alam seperti banjir dan badai. Perubahan iklim yang ekstrem juga akan mengganggu produktivitas pertanian, yang secara tidak langsung juga berkontribusi pada krisis pangan global,” ujar Bamsoet saat mengisi Forum Dialog dan Bisnis dalam rangka Munas HIPMI XVII, di Surakarta, Senin (21/11/22).

Turut hadir sebagai pembicara antara lain Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, Kabaintelkam Polri Komjen Pol Ahmad Dofiri mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Walikota Surakarta Gibran Rakabuming.

Hadir juga Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Kepala LKPP Hendrar Prihadi, Ketua Umum KADIN Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia Anindya Bakrie, serta Pendiri sekaligus Ketua Umum HIPMI pertama Abdul Latief.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, dunia juga masih dihadapkan pada konflik Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan ratusan ribu korban tewas dan puluhan juta warga mengungsi. Serta konflik lainnya seperti di Yaman, yang menyebabkan lebih dari 140.000 korban jiwa. Perang saudara di Ethiopia yang menimbulkan lebih dari 9.000 kematian, bahkan menurut sumber lain, korban jiwa diperkirakan lebih dari 50.000 hingga September 2021.

“Di Afghanistan, pada tahun 2020 saja, jumlah korban jiwa akibat konflik bersenjata mencapai 30.936. Di Myanmar, konflik bersenjata sepanjang tahun 2021 telah menyebabkan korban tewas sekitar 11.114 jiwa. Ketegangan politik antara Tiongkok dengan Taiwan, situasi yang memanas di semenanjung Korea, juga turut mengemuka dalam wacana krisis global,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum SOKSI dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, perang Rusia-Ukraina turut menyebabkan disrupsi rantai pasok global, sehingga menimbulkan krisis pangan dan krisis energi. Karena hampir sepertiga dari pasokan gandum dunia disuplai Rusia. Demikian juga Ukraina, menjadi negara produsen gandum terbesar ke-tujuh di dunia pada 2021-2022 dengan produksi sebesar 33 juta ton. Krisis pangan dunia menyebabkan ratusan juta penduduk dunia mengalami kelaparan akut. Menurut catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Juli 2022, sekitar 345 juta orang penduduk dunia saat ini dalam kondisi sangat kelaparan.

“Krisis global juga ditandai pelambatan perekonomian dunia. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini hanya sebesar 3,2 persen, dan diperkirakan akan semakin melemah pada tahun 2023 dengan proyeksi sebesar 2,7 persen. Bank Dunia juga memperkirakan produk domestik buto dunia menyusut menjadi 0,5 persen setelah terkontraksi 0,4 persen,” terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, Organisasi Perburuhan Internasional memproyeksikan tingkat pengangguran global dapat mencapai 207 juta orang pada tahun 2022, di mana 73 juta di antaranya adalah kelompok usia muda. Kondisi perekonomian global juga terancam oleh lonjakan inflasi, atau bahkan inflasi yang super tinggi di beberapa negara. Krisis energi, krisis pangan, dan krisis keuangan global menyebabkan lebih dari 60 negara terancam akan mengalami kebangkrutan ekonomi dan ambruk. Sedangkan 28 negara tercatat telah mengajukan permintaan bantuan keuangan ke IMF.

“Selain krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan, dunia juga terjangkit krisis kepercayaan antar komunitas global. Adanya perasaan saling curiga telah memantik terjadinya ketegangan politik yang jika tidak dikelola dengan baik dan benar, akan berpotensi menimbulkan konflik. Menjadikan lanskap politik dan keamanan global semakin mengkhawatirkan. Misalnya ditandai hadirnya wacana penggunaan senjata nuklir pada perang Rusia dan Ukraina. Di Semenanjung Korea, eskalasi politik juga semakin meningkat, ketika Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik antar benua yang dapat menjangkau wilayah Amerika. Di sisi lain, Korea Selatan semakin intensif melakukan latihan militer bersama Amerika Serikat,” pungkas Bamsoet.

 

 

Penulis

 

AH/BST

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam