Laba-labanews.com
Rokan Hulu___Ratusan warga Desa Kabun, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, melakukan aksi demonstrasi di kantor PT Padasa Enam Utama pada Selasa (7/1/2025). Aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat atas janji perusahaan yang belum terealisasi terkait pembagian 20% lahan Hak Guna Usaha (HGU) untuk program Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA).
Berdasarkan kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) pada tahun 2021, PT Padasa Enam Utama berkomitmen menyerahkan sekitar 875 hektare dari total 5.000 hektare lahan HGU yang mereka kelola kepada masyarakat. Namun, meski dua tahun telah berlalu, perusahaan belum memenuhi komitmen tersebut.
“Kami sudah menunggu terlalu lama. Janji ini seharusnya sudah terealisasi. Kami hanya menuntut hak kami,” ujar Aladin, Koordinator Lapangan aksi.
Unjuk rasa dimulai dengan damai pada pukul 09.00 WIB. Namun, ketegangan meningkat setelah Manager Kemitraan PT Padasa Enam Utama, Erwin, menyatakan perusahaan membutuhkan waktu hingga tiga tahun lagi untuk merealisasikan janji tersebut.
Pernyataan itu memicu kemarahan warga, yang berusaha mengejar Erwin untuk meluapkan kekesalan mereka. Situasi memanas berhasil diredakan setelah aparat keamanan dari TNI, Polri, dan tim keamanan perusahaan mengamankan Erwin dari lokasi.
Setelah kericuhan, perwakilan warga diajak bermediasi dengan pihak perusahaan. Namun, mediasi gagal menghasilkan solusi konkret, karena perusahaan tidak memberikan kepastian terkait tuntutan warga.
Sebagai langkah lanjutan, warga mendirikan perkemahan di area sekitar kantor PT Padasa Enam Utama. Mereka menegaskan akan bertahan di lokasi hingga ada keputusan jelas terkait realisasi hak mereka.
Erwin menyatakan bahwa perusahaan tetap berkomitmen memenuhi kesepakatan MoU, namun meminta waktu lebih lama. “Kami berusaha merealisasikan hak masyarakat sesuai jadwal yang direncanakan,” katanya.
Namun, pernyataan ini dinilai mengecewakan dan tidak meyakinkan warga, yang merasa perusahaan tidak menunjukkan itikad baik untuk memenuhi kesepakatan.
Hingga berita ini ditulis, massa masih bertahan dengan penjagaan ketat aparat keamanan. Warga mendesak pemerintah daerah segera turun tangan untuk memediasi konflik ini sebelum situasi semakin memanas.
Perjuangan warga Kabun menjadi sorotan, menunjukkan pentingnya penyelesaian sengketa lahan yang adil dan transparan demi mencegah ketegangan yang lebih besar di masa mendatang.






