BeritaHukrimKamparPemerintahanPeristiwaRagam

Pengusaha Galian C Bandel, Kesepakatan dengan Aparat & Warga Dilanggar, Aktivitas Ilegal Terus Berjalan

205
×

Pengusaha Galian C Bandel, Kesepakatan dengan Aparat & Warga Dilanggar, Aktivitas Ilegal Terus Berjalan

Sebarkan artikel ini

Laba-labanews.com

Kampar___Kesepakatan yang telah dibuat bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat terkait penghentian aktivitas Galian C di Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, Riau, ternyata hanya menjadi dokumen di atas kertas. Faktanya, hingga hari ini, aktivitas tambang ilegal tersebut masih terus beroperasi, mengabaikan hasil musyawarah yang melibatkan berbagai pihak.

Kepala Desa Pulau Birandang, Thomas Renaldho, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin untuk aktivitas tambang tersebut. Namun, meski sudah dilakukan mediasi oleh Forkomcam Tambang dan aparat kepolisian, para pengusaha tetap membangkang.

“Kami sudah buat kesepakatan bersama, bahkan dihadiri Kapolsek Tambang AKP Asril Syahputra SH, beserta unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Tapi ternyata, kesepakatan itu sama sekali tidak digubris oleh pengusaha tambang,” ujar Thomas kepada awak media, Selasa (18/2/2025).

Kesepakatan yang dihasilkan dalam rapat pada Senin (17/2/2025) antara pemerintah desa, BPD, tokoh adat, ketua RT/RW, dan perwakilan masyarakat, secara jelas merekomendasikan penghentian total aktivitas tambang ilegal. Namun kenyataannya, alat berat masih beroperasi seperti biasa.

Warga yang sudah lama resah pun semakin geram. Salah seorang warga, sebut saja M, mengaku kecewa dengan lemahnya penegakan hukum.

“Ini hanya sandiwara aparat! Jelas-jelas kesepakatan sudah dibuat, tapi buktinya tambang tetap berjalan. Jalan desa rusak, sumur warga kering, tapi pemerintah dan aparat hanya diam. Untuk apa ada kesepakatan kalau akhirnya pengusaha tetap seenaknya?” kesal M.

Kapolsek Tambang, AKP Asril Syahputra SH, saat dikonfirmasi menyesalkan sikap para pengusaha yang mengabaikan kesepakatan yang telah dibuat bersama.

“Kami sudah berupaya memfasilitasi mediasi agar tidak terjadi konflik sosial di masyarakat. Tapi jika para pengusaha tetap membandel, maka mereka harus siap menghadapi konsekuensi hukum,” tegas Kapolsek.

Kini, warga menunggu langkah konkret aparat untuk menindak pengusaha yang dengan terang-terangan melanggar aturan. Jika hukum tak segera ditegakkan, bukan tidak mungkin kesabaran masyarakat akan habis, dan aksi yang lebih besar bisa terjadi.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777