Laba-labanews.com
Kampar___Warga Kabupaten Kampar kembali dihebohkan dengan munculnya proyek yang diduga siluman. Proyek penimbunan dan pemasangan bronjong di jalan penghubung jembatan gantung Salo Timur menuju Desa Sepungguk viral di media sosial dan memicu banyak pertanyaan dari masyarakat.
Pantauan tim media pada Senin (14/4), proyek tersebut memang menarik perhatian publik. Pasalnya, pekerjaan terlihat asal-asalan—timbunan jalan dipenuhi lubang-lubang besar, dan sepanjang jalan dihiasi pagar kawat berduri sebagai pembatas lahan milik warga.
Yang lebih mencengangkan, terdapat sekitar 50 meter kayu dan kawat berduri dibentangkan tepat di bahu jalan yang baru saja ditimbun. Salah seorang warga berinisial X (nama disamarkan), yang ditemui saat melintas, mengungkapkan bahwa sejak awal proyek ini dikerjakan pasca diresmikan oleh Pj Gubernur Riau, masyarakat sama sekali tidak mengetahui siapa kontraktor pelaksana maupun perusahaan yang bertanggung jawab.
“Silakan lihat sendiri, ada nggak papan informasi proyek di lokasi? Kami sebagai warga hanya bisa bertanya-tanya. Tidak ada keterbukaan, bahkan nilai anggarannya pun tak kami ketahui,” ujarnya sembari meninggalkan lokasi.
Saat tim mencoba mengonfirmasi Kepala Dinas PUPR Kampar, Afdal, sayangnya nomor yang bersangkutan tidak dapat dihubungi. Namun, Kepala Bidang di Dinas PUPR Kampar, Afrudin Amga, menyampaikan bahwa proyek tersebut memang sebelumnya dianggarkan oleh Pemprov Riau. Ia juga membenarkan bahwa aset tersebut telah diserahkan atau dihibahkan ke Pemkab Kampar.
“Kami sudah bersurat ke Pemprov Riau terkait kondisi teknis saat ini,” ujar Afrudin. Namun, saat ditanya soal nama perusahaan pelaksana dan nilai anggaran, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti karena seluruhnya ditangani oleh pihak Pemprov sebelumnya.
Publik kini menanti kejelasan dan transparansi dari pemerintah terkait proyek yang disebut-sebut sebagai proyek siluman ini.






