Labalabanews.com
Kampar___Dugaan ketidaktransparanan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali mencuat di SD Negeri 014 Ganting Damai, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sudah hampir empat tahun, pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut disinyalir tidak terbuka dan jauh dari prinsip akuntabilitas.
Salah satu sumber internal yang enggan disebutkan namanya kepada media ini mengungkapkan, kondisi sekolah yang memprihatinkan sangat tidak sebanding dengan besarnya dana BOS yang dikucurkan setiap tahun. Ironisnya, kebutuhan dasar seperti alat tulis dan kebersihan sekolah seperti sapu pun kerap kali sulit didapatkan.
“Kami sudah lama merasa ditekan oleh sikap kepala sekolah yang arogan dan tertutup. Pernah kami hendak membaca lembar administrasi yang hendak ditandatangani, tapi langsung ditarik oleh kepala sekolah, seolah ada yang disembunyikan,” ungkap sumber tersebut.
Kondisi fasilitas sekolah pun tak luput dari sorotan. Plafon yang bocor, lemari yang rusak, serta meja dan kursi belajar siswa yang lapuk menjadi pemandangan sehari-hari. Bahkan, karena minimnya perhatian dari pihak sekolah, para guru harus meminta sumbangan seikhlasnya kepada murid demi menunjang kegiatan belajar mengajar.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (16/7), Kepala Sekolah ZN berdalih bahwa penggunaan dana BOS telah sesuai aturan. Ia menyebut dana sekitar Rp120 juta per tahun untuk 134 siswa digunakan untuk pembelian buku, meja dan kursi siswa-guru, honor petugas kebersihan, operator sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, serta kebutuhan ATK dan penggandaan dokumen.
Namun ketika diminta rincian dan bukti konkret dari penggunaan anggaran tersebut, ZN justru mengelak dan meminta wartawan untuk langsung datang ke sekolah. Padahal, berdasarkan penelusuran redaksi di lapangan, kondisi ruang belajar dan perlengkapan sekolah justru sangat memprihatinkan. Lemari dan plafon dibiarkan rusak, meja kursi siswa tampak keropos, jauh dari kata layak.
Situasi ini semakin memperkuat kecurigaan bahwa dana BOS tidak dikelola secara transparan dan profesional. Warga dan tenaga pendidik berharap agar pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar dan aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap penggunaan dana BOS di SDN 014 Ganting Damai.
Masyarakat mendesak adanya perubahan nyata demi kelangsungan pendidikan yang berkualitas dan berintegritas.






