Labalabanews.com
Bangkinang,_____ Jumat (21/11/2025) – Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Surat Nomor 460/DINSOS/2025/711 yang ditandatangani Wakil Bupati Misharti sebelumnya telah mengumumkan penundaan pelaksanaan Sekolah Rakyat Rintisan IC di wilayah pemerintan daerah kabupaten Kampar, dengan Alasan penundaan dinyatakan berbasis pada optimalisasi sumber daya dan anggaran yang sedang berjalan, dengan fokus pemerintah saat ini,
Pada program Pelatihan Vokasional berbasis kompetensi dan klaster kompetensi yang didanai sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kampar.
Dalam surat tersebut, pihak pemerintah menyatakan bahwa program pelatihan Vokasional tersebut merupakan investasi signifikan dalam upaya peningkatan keterampilan masyarakat Kampar, yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan pasar kerja lokal. Dinyatakan juga bahwa pelatihan tersebut dilaksanakan dalam 3 (tiga) angkatan dengan jadwal yang padat dan berurutan, meliputi berbagai jurusan keahlian yang relevan. Rincian jadwalnya adalah:
Angkatan 1: 25 Juni s/d 05 Agustus 2025
– Angkatan II: 11 Agustus s/d 09 Oktober 2025
– Angkatan III: 20 Oktober s/d 28 November 2025
Namun, fakta baru muncul saat Tim Media melakukan kunjungan langsung ke Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kampar di Bangkinang hari ini. Padahal surat penundaan menyebutkan bahwa justifikasi penundaan didasarkan pada alasan dan data yang sistematis, Tim Media tidak menemukan satupun peserta pelatihan vokasional yang diklaim sedang berjalan. Bahkan, tidak ada staf yang dapat menunjukkan keberadaan peserta yang sedang mengikuti pelatihan seperti yang dikatakan.
Ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kepala BLK Kampar Azzah Ruwani mengaku sedang berada di Pekanbaru untuk mengikuti agenda pembahasan Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) bersama Kementerian Hukum dan HAM. Mengenai keberadaan peserta, dia menyatakan bahwa peserta sedang melakukan kegiatan di lapangan. Namun, ketika ditanya mengenai jumlah anggaran APBD yang dialokasikan untuk pelatihan tersebut, dia belum dapat memberikan jawaban hingga berita ini dirilis.
Keadaan ini menimbulkan pertanyaan mengenai keterlaksanaan program pelatihan vokasional yang menjadi alasan penundaan Sekolah Rakyat Rintisan IC, serta transparansi penggunaan anggaran APBD yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut.***







