Labalabanews.com
Bangkinang ____Konflik meledak di DPC PDIP Kabupaten Kampar setelah Misharti terpilih secara aklamasi sebagai ketua dengan syarat istimewa yang mencurigakan. Kader bidang Ideologi Partai, Afriato, yang kerap disapa Anton, menyoroti tegas bahwa proses ini prematur, melanggar AD/ART, dan seolah menganggap aturan partai sebagai mainan.
“Pengkaderan inti bukan sembarangan atau simsalabin! AD/ART dibuat untuk kepentingan partai yang adil, bukan untuk memajukan orang karena kepentingan pribadi,” kata Anton kepada Labalabanews.com. rabu 26 November 2025 Ia menambahkan, “Bagaimana bisa dipromosikan cepat tanpa melalui tahapan yang benar? Apakah ideologi dan aturan partai tidak berharga lagi?”
Di sisi lain, Hanafi dan Ropi Siregar di ruang tamu DPRD Kampar cuma bisa mengklaim proses sudah sesuai regulasi. Ropi menjelaskan syarat istimewa diberikan karena Misharti mengikuti sekolah partai selama hanya satu minggu. Namun, ketika ditanya tentang pemahaman Misharti terhadap ideologi PDIP, Ropi tidak bisa menjawab sama sekali, mengakui beliau belum pernah jadi pengurus inti, lalu meninggalkan wawancara secara tiba-tiba ke ruang banggar.
Kisruh ini tidak hanya menantang kredibilitas pengurus DPC, tetapi juga mengangkat pertanyaan seberapa serius pihak pengurus lokal mengambil ideologi inti partai yang dipimpin Megawati?
Banyak kader ragu-ragu dan meminta pusat partai PDI perjuangan segera intervensi untuk menghindari perpecahan yang parah di basis massa.***









