Labalabanews
Lahewa, Nias Utara(06/06/2026) – Pelanggan PDAM TIRTANADI Unit Lahewa kembali dibuat resah. Untuk ketiga kalinya sejak Maret 2026, air bersih PDAM TIRTANADI Nias Utara Unit Lahewa tercemar. Akibatnya, distribusi air ke pelanggan dihentikan sementara mulai 6 Juni 2026.
Insiden terbaru mencuat setelah postingan akun Facebook Aidirahman Tanjung pada 5 Juni 2026 viral. Ia mempertanyakan aroma dan rasa air yang didistribusikan hari itu. Petugas langsung turun cek pipa di rumah pelanggan dan awalnya menyatakan air “masih layak pakai”.
Namun sehari kemudian, 6 Juni 2026, petugas yang memantau bak tampungan menemukan kejanggalan: permukaan air berminyak dan tercium bau amis menyengat. Keputusan cepat diambil. Keran distribusi ditutup. Sampel air dikirim ke laboratorium di Medan untuk uji kelayakan.
“Kami tidak mungkin mengirim ke pelanggan air yang tidak layak konsumsi. Kami mohon pelanggan bersabar sambil menunggu hasil lab,” ujar Kepala Unit PDAM TIRTANADI Lahewa, Faozanolo Gea, saat dikonfirmasi awak media. Ia juga menyampaikan permintaan maaf dan berjanji segera menggelar pertemuan dengan Pemda Nias Utara untuk mencari solusi akan masalah ini sampai tuntas.
Ini bukan kali pertama. Catatan menunjukkan pencemaran serupa terjadi pada Maret 2026, sebulan setelah itu kembali terulang 16 April 2026.
Pemerhati Nias Utara, Aris Harefa, menyoroti pola berulang ini. “Ini kejadian ketiga. Seharusnya dari insiden pertama dan kedua, pemerintah sudah punya pengalaman apa yang sudah dilakukan, apa yang belum. Kita malu, masa hal mendasar seperti air bersih tidak ada solusi pasti,” tegasnya.
Aris harefa mendesak Pemda bertindak tegas menelusuri sumber pencemaran. Jika hasil lab nanti menunjuk aktivitas warga atau usaha di atas sumber air sebagai penyebab, ia minta kegiatan itu dihentikan. “Jangan karena usaha satu pihak, banyak orang dirugikan. Air ini kebutuhan orang banyak,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga Lahewa masih menunggu hasil uji lab dari Medan. Sementara itu, mereka harus mencari alternatif air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.








