Labalabanews.com
KAMPAR _____Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kampar, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag, M.Si, akhirnya angkat bicara terkait kasus dugaan keracunan belasan siswa SDN 044 Karya Indah, Kecamatan Tapung.
Kasus tersebut terjadi pada Selasa (6/10/2026) usai para siswa menyantap paket MBG dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Cefa Indonesia KM 6 Desa Karya Indah.
Misharti mengatakan pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut.
“Kami dari satgas MBG Kab Kampar menyayangkan terjadinya keracunan yg terjadi di SDN 044 Karya Indah. Yg dibawa ke pustu yg terdekat dan RS Madani sebanyak 11 orang,” ujar Misharti melalui pesan WhatsApp kepada Labalabanews, jumat (9/10/2026).
Terkait penyebab pasti keracunan, Ketua Satgas MBG Kampar itu menegaskan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Riau.
“Apakah diakibatkan oleh keracunan makanan MBG atau akibat yg lain kita masih menunggu hasil uji laboratorium,” jelasnya.
Sebagai langkah tegas, Satgas MBG Kabupaten Kampar langsung melakukan suspensi operasional dapur tersebut.
“Akibat keracunan tsb SPPG di suspend selama 10 hari,” tegas Misharti.
Lebih lanjut, Misharti membeberkan hasil peninjauan langsung tim Satgas MBG ke Dapur SPPG Yayasan Cefa Indonesia. Hasilnya, ditemukan sejumlah pelanggaran standar kebersihan dan kelayakan yang cukup serius.
“Dalam peninjauan kami langsung ke dapur SPPG kami menemukan limbah yg tergenang dan tdk sesuai dgn standar. Epoksi lantai yg sdh rusak, pendingin ruangan yg kurang di ruang pemorsian dll masih kami temui. Maka kami meminta agar diperbaiki sambil menunggu uji lab dan diizinkannya kembali beroperasi dapur tsb,” bebernya.
Satgas MBG Kampar juga meminta agar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur tersebut ditinjau ulang.
“Untuk izin SLHS agar dapat ditinjau ulang,” ujarnya.
Misharti pun menginstruksikan kepada seluruh Ketua Satgas MBG tingkat kecamatan yang diketuai para Camat agar memperketat pengawasan.
“Terkait dg Ka Satgas MBG di tingkat kecamatan kami mengharapkan agar selalu meninjau dan melakukan evaluasi kpd SPPG yg ada di lingkungannya agar kejadian serupa tdk terulang lagi,” pungkasnya.
Diketahui, sebanyak 13 siswa SDN 044 Karya Indah mengalami gejala klinis berupa gatal-gatal, ruam kemerahan, bentol, mual, muntah, sakit perut hebat, hingga sesak napas hanya 10 menit setelah mengonsumsi menu MBG yang terdiri dari nasi, telur goreng sambal cabai, tempe goreng, tumis sawi putih dan buah semangka saat jam istirahat sekitar pukul 09.30 WIB. Seluruh korban sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat dan RS Madani Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sementara itu, Argon yang dikabarkan selaku Kepala Perwakilan SPPG Kabupaten Kampar serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr. Zulhendra, hingga berita ini dirilis belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.







