Laba-labanews.com
Pulau Birandang___Setelah aksi demonstrasi warga Desa Pulau Birandang pada 19 Mei 2025 yang menuntut keterbukaan dan pemberdayaan masyarakat dalam aktivitas perusahaan, PT. Air Kampar akhirnya merespons melalui jalur mediasi. Pertemuan yang berlangsung di aula kantor desa ini difasilitasi Pemerintah Desa Pulau Birandang dan dihadiri oleh Camat Kampa Rahmat Fajri, Kepala Desa Tomas Renaldo, jajaran Forkopimcam, serta manajemen PT. Air Kampar yang diwakili oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Windra Wahyu Sitorus dari divisi CSR, GunGun selaku manajer lingkungan, Hery Subarga dari HRD, Baheri Manurung dari KTU Pabrik Sungai Pinang, dan Direktur/PIC Suryalin bersama jajaran humas.
Dalam suasana yang kondusif, kedua belah pihak mencapai sejumlah kesepakatan penting. PT. Air Kampar menyatakan siap menambah tenaga kerja dari warga lokal Desa Pulau Birandang serta memberikan ruang bagi Serikat Pekerja Pemuda Birandang (SPBB) untuk terlibat dalam aktivitas bongkar muat, sejajar dengan serikat lain yang telah ada. Selain itu, perusahaan juga berkomitmen menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara transparan, baik dari unit PKS maupun kebun, serta membuka peluang kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi desa guna memperkuat perekonomian masyarakat sekitar.
Kepala Desa Tomas Renaldo menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan komunikasi dua arah yang selama ini dinilai masih minim. Ia berharap mediasi ini menjadi awal dari kemitraan yang lebih baik antara perusahaan dan desa. Sementara itu, Camat Kampa Rahmat Fajri menyatakan bahwa penyelesaian konflik sosial harus ditempuh secara cepat, adil, dan sesuai peraturan perundang-undangan. Ia mengapresiasi sikap terbuka kedua belah pihak dalam mencapai solusi.
Mediasi ini dinilai sebagai titik balik dalam hubungan antara PT. Air Kampar dan masyarakat Pulau Birandang. Komitmen perusahaan untuk melibatkan masyarakat serta membuka akses terhadap program CSR menjadi sinyal positif menuju sinergi yang berkelanjutan. Aksi warga telah selesai, namun komitmen dan pengawasan terhadap implementasi kesepakatan ini akan menjadi penentu utama keberhasilan langkah damai tersebut.






