Tipikor

Kejari Rohul Dituding Pilih Kasih Media, Kasi Intel Beri Tanggapan

79
×

Kejari Rohul Dituding Pilih Kasih Media, Kasi Intel Beri Tanggapan

Sebarkan artikel ini

Labalabanews.com

 

Rokan Hulu (ROHUL) ____ Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu menghadapi tudingan kurang sedap dari kalangan jurnalis. Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Rokan Hulu menyoroti dugaan sikap tertutup dan pilih kasih Kejari dalam memberikan informasi kepada media.

Awal Mula Persoalan

Kritik ini mencuat setelah Kejari Rohul menetapkan mantan Kepala Desa Kepenuhan Raya periode 2012-2018 sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Selasa malam (7/10/2025). PJI Rohul menilai, hanya segelintir media yang mendapat akses informasi langsung, sementara yang lain merasa diabaikan.

Kritik dari PJI Rohul

Ketua PJI Rohul, Sudirman (Eman), menyampaikan kekecewaannya atas sikap Kejari yang dinilai tidak profesional dan melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Kami menolak keras pengkotak-kotakan media. Semua wartawan punya hak yang sama untuk menyampaikan informasi kepada publik,” tegasnya pada Rabu (8/10/2025).

Eman mencontohkan kejadian sebelumnya, saat Kejari menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi di SMA Negeri 1 Ujung Batu. Saat itu, wartawan menunggu konferensi pers yang dijanjikan, namun tersangka justru langsung dibawa ke Lapas Kelas IIA Pasir Pengaraian tanpa pemberitahuan.

“Tindakan ini merugikan wartawan dan publik. Wartawan adalah jembatan antara penegak hukum dan masyarakat. Jika akses informasi diputus, kepercayaan publik bisa runtuh,” imbuhnya.

PJI Rohul menyatakan akan mengawal persoalan ini dan siap melayangkan surat resmi ke Kejaksaan Tinggi Riau atau Komisi Kejaksaan jika sikap tertutup Kejari berlanjut.

Klarifikasi dari Kejari Rohul

Kepala Seksi Intelijen Kejari Rokan Hulu, Vegi Fernandez, S.H., M.H., memberikan klarifikasi terkait tudingan tersebut. Ia mengakui penetapan tersangka Kades Kepenuhan Raya dilakukan secara mendadak karena tersangka sebelumnya mangkir dari panggilan.

“Begitu tersangka hadir, kami langsung ambil tindakan,” ujarnya.

Vegi juga menepis tudingan pilih kasih media. “Tidak ada pilah-pilih wartawan. Semua serba mendadak dan tidak ada niat menutup informasi,” katanya singkat.

Tanggapan Kalangan Pers

Meski ada klarifikasi, kalangan pers tetap merasa penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab kekhawatiran mereka. PJI Rohul menganggap kejadian berulang ini sebagai alarm bahwa keterbukaan informasi di Kejari masih perlu ditingkatkan.

“Kami akan terus menagih komitmen transparansi. Hukum harus terbuka untuk semua media, bukan hanya yang dianggap dekat,” pungkas Eman.

Langkah Selanjutnya

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi kalangan pers di Rokan Hulu. Diharapkan, Kejari Rohul dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan transparansi dan komunikasi dengan media, sehingga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dapat terus terjaga. ***

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777