BeritaHukrimPemerintahanPeristiwaRokan Hulu

Lapas Pasir Pangaraian Gelar Sidang TPP, 44 Narapidana Disiapkan untuk Pembinaan Ramadhan

211
×

Lapas Pasir Pangaraian Gelar Sidang TPP, 44 Narapidana Disiapkan untuk Pembinaan Ramadhan

Sebarkan artikel ini

Laba-labanews.com

Rokan Hulu___ Menjelang bulan suci Ramadhan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangaraian menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) bagi 44 warga binaan pada Jumat (28/02/2025). Sidang ini menjadi langkah penting dalam menentukan partisipasi mereka dalam berbagai program pembinaan keagamaan, termasuk tadarus Al-Qur’an dan shalat tarawih berjamaah.

Sidang TPP ini tidak hanya bertujuan untuk menyaring warga binaan yang akan mengikuti program pembinaan, tetapi juga untuk menilai kelayakan mereka dalam mendapatkan hak integrasi seperti Cuti Bersyarat (CB) dan Pembebasan Bersyarat (PB). Proses seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek administrasi dan substansi.

Bertempat di Aula Lapas, sidang ini dipimpin oleh pejabat struktural, termasuk Ka. KPLP Veazanol Kosuma, Kasi Adm Kamtib Anton Fernando, Kasi Binadik & Giatja Sunu Istqomah Danu, serta jajaran pejabat lainnya. Kepala Lapas Pasir Pangaraian, Efendi Parlindungan Purba, menegaskan bahwa sidang ini merupakan bagian integral dari upaya pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan selama Ramadhan.

Dalam sidang ini, sebanyak 16 warga binaan diusulkan menjadi tamping, namun hanya 14 yang disahkan karena memenuhi syarat. Selain itu, 16 orang diajukan untuk mendapatkan integrasi PB/CB, sementara 12 lainnya dipilih untuk mengikuti kegiatan tadarus dan tarawih selama bulan suci.

“Ini adalah langkah awal. Jika setelah sidang ini ada pelanggaran, maka hak integrasi bisa langsung dibatalkan,” tegas Sunu Istqomah Danu.

Anton Fernando menambahkan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif tanpa kepentingan pribadi. “Kami berharap mereka menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, tanpa niat menyalahgunakan kesempatan ini,” ujarnya.

Ka. KPLP Veazanol Kosuma menegaskan bahwa mereka yang diusulkan untuk reintegrasi adalah warga binaan yang benar-benar siap kembali ke masyarakat. “Mereka harus menunjukkan perilaku baik di dalam, agar ketika kembali ke keluarga, mereka tidak mengulangi kesalahan,” katanya.

Kegiatan ini selaras dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Dirjen Pemasyarakatan, serta Kakanwil Ditjenpas Riau, yang menekankan pentingnya pembinaan karakter bagi warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan mental yang lebih baik.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777