Labalabanews.com
Bangkinang___Di tengah gelombang desakan publik yang meminta pencopotan dirinya dari kursi Sekda Kampar, Hambali akhirnya angkat bicara. Namun, tanggapan yang disampaikan lewat pesan singkat WhatsApp justru dinilai publik sebagai sikap menghindar.
Menanggapi permintaan klarifikasi dari media atas desakan berbagai pihak, Hambali singkat menjawab, “Silahkan. Keputusan di bupati.”
Jawaban tersebut seakan memperlihatkan bahwa Hambali enggan bertanggung jawab secara terbuka atas kritik terhadap gaya kepemimpinannya yang dinilai arogan dan tertutup. Tak ada pembelaan, apalagi klarifikasi atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Sebelumnya, berbagai tokoh masyarakat dan kalangan ASN Kampar menyerukan agar Bupati Ahmad Yuzar segera mengevaluasi posisi Hambali yang dianggap gagal menciptakan iklim kerja kolaboratif dan kondusif.
Namun, pernyataan Hambali yang menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Bupati justru memantik reaksi lebih keras dari publik. Banyak yang menilai sang Sekda berusaha mencuci tangan dan enggan menghadapi kritik secara langsung.
Kini sorotan tertuju pada Bupati Ahmad Yuzar apakah akan terus mempertahankan Hambali atau mengambil langkah berani untuk menyelamatkan wajah birokrasi Kampar yang kian tercoreng.
Gelombang desakan terus menguat. Rakyat menunggu akankah ada perubahan, atau justru pembiaran?






