Labalabanews.com
PEKANBARU – Kondisi infrastruktur jalan lintas di wilayah Tapung Raya, Kabupaten Kampar, saat ini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Kerusakan jalur vital ini dinilai menjadi penghambat utama bagi roda perekonomian dan aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
Merespons jeritan warga, Ketua Komisi I sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Kampar, Ristanto, menyampaikan keprihatinan mendalam.
Ia menggambarkan betapa menyiksanya kondisi jalan tersebut bagi warga yang melintas di setiap pergantian musim.
“Baik di fase kering maupun fase hujan, kondisi jalan di wilayah Tapung Raya tetap memprihatinkan. Debu pekat saat kemarau, dan berubah menjadi lumpur serta kubangan saat hujan.
Padahal, ini adalah urat nadi perekonomian masyarakat Tapung Raya,” ujar Ristanto tegas.
Mengingat status jalur tersebut, Ristanto menaruh harapan besar agar aspirasi masyarakat Kampar ini mendapat dukungan penuh dan dikawal ketat oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Edi Basri.
Diketahui, Komisi III DPRD Provinsi Riau melalui kepemimpinan Edi Basri sebelumnya telah bergerak cepat dengan mengajukan usulan anggaran perbaikan jalan lintas Tapung Raya sebesar Rp.65 Miliar.
Ristanto menegaskan, realisasi anggaran tersebut menjadi harga mati yang tidak bisa ditunda-tunda lagi demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya untuk pembenahan jalur strategis Petapahan menuju Flamboyan.
“Kami dari Kabupaten Kampar sangat berharap usulan anggaran sebesar 65 miliar rupiah yang diajukan oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Bapak Edi Basri, dapat diterima, disahkan, dan direalisasikan pengerjaannya di tahun 2027, terkhusus untuk jalur Petapahan – Flamboyan,” pungkasnya.
Wilayah Tapung Raya merupakan salah satu kawasan penopang ekonomi terbesar di Kabupaten Kampar. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur jalan ini dinilai krusial agar denyut ekonomi warga tidak semakin terpuruk akibat akses logistik yang hancur.






