Labalabanews.com
NIAS UTARA….Polemik penghentian operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Banua Gea kembali memanas. Pimpinan aksi, Edward Lahagu, mempertanyakan sikap Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Nias Utara yang disebut belum mengaktifkan kembali dapur tersebut meski telah ada surat dari BGN Jakarta Pusat.
Dalam aksi damai yang digelar Aliansi Masyarakat Peduli Program Presiden Prabowo-Gibran Kepulauan Nias, Edward mengatakan pihaknya mempertanyakan tindak lanjut surat BGN Pusat tertanggal 19 September 2026 yang, menurutnya, berkaitan dengan pengaktifan kembali Dapur MBG Banua Gea yang sebelumnya disuspensi.
“Pada kegiatan aksi damai ini, kami dari Aliansi Masyarakat Peduli Program Presiden Prabowo-Gibran Kepulauan Nias mempertanyakan surat BGN Jakarta Pusat yang sudah dilayangkan pada 19 September 2026 tentang mengaktifkan kembali Dapur MBG Banua Gea yang selama ini telah disuspensi. Namun, Korwil BGN Kabupaten Nias Utara tidak mau mengaktifkannya,” ujar Edward.

Edward menilai kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Jika benar surat BGN Pusat telah diterbitkan untuk mengaktifkan kembali dapur tersebut, pihaknya meminta Korwil BGN Nias Utara memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan belum dilaksanakannya pengaktifan.
Aliansi juga mendesak agar persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut pelaksanaan program MBG yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Kini publik menunggu penjelasan Korwil BGN Kabupaten Nias Utara maupun BGN Pusat: apakah surat tertanggal 19 September 2026 tersebut benar memerintahkan pengaktifan kembali Dapur MBG Banua Gea, dan jika benar, apa alasan hingga saat ini belum direalisasikan.








