Labalabanews.com
NIAS UTARA…..Pendiri Barisan Merah Putih (BMP) Nias Selatan sekaligus putra terbaik Nias Utara, Yasatulõ Lase (Ama Ian Lase), kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Melalui tim yang diutusnya, ia menyerahkan tali kasih kepada keluarga almarhumah Agnis Jance Zebua di Desa Hilina’a, Kecamatan Alasa Talumuzöi, Kabupaten Nias Utara.
Tim yang terdiri dari Yostinus Hulu (Ama Lois Hulu), Ama Fengky Mendofa, dan sejumlah rekan lainnya hadir untuk memberikan dukungan moril sekaligus menyampaikan perhatian dan kepedulian Yasatulõ Lase kepada keluarga yang hingga kini masih berduka atas kepergian putri mereka.
Kedatangan rombongan disambut dengan penuh haru oleh keluarga korban. Mereka mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang terus diberikan oleh berbagai pihak, khususnya Yasatulõ Lase melalui para utusannya.
“Kami sangat berterima kasih atas tali kasih yang kami terima melalui utusan Bapak Yasatulõ Lase. Semoga Tuhan membalas segala kebaikan yang telah diberikan kepada keluarga kami. Kami tidak memiliki apa pun untuk membalas waktu, tenaga, dan perhatian yang telah dicurahkan untuk melihat keadaan kami saat ini,” ungkap keluarga korban.
Dalam kesempatan tersebut, ayah almarhumah, Tolosokhi Zebua (Ama Dance Zebua), kembali menyampaikan harapannya agar aparat penegak hukum segera mengungkap kasus yang menimpa putrinya dan menemukan pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Menurutnya, hingga saat ini keluarga masih hidup dalam ketakutan dan belum berani kembali ke rumah mereka sendiri sebelum pelaku berhasil ditemukan.
“Saya sebagai orang tua Agnis Jance Zebua sangat berharap pelaku pembunuhan anak kami segera ditemukan, termasuk siapa pun yang menjadi dalang di balik peristiwa ini. Sampai hari ini kami belum berani pulang ke rumah karena masih merasa takut sebelum pelaku ditemukan,” ujarnya.
Kondisi yang dialami keluarga pun semakin memprihatinkan. Demi alasan keamanan, mereka terpaksa meninggalkan rumah dan belum dapat mengambil berbagai barang kebutuhan yang masih tertinggal di kediaman mereka.
“Anak-anak kami minggu depan tidak bisa mengikuti ujian kenaikan kelas karena pakaian dan seluruh barang-barang kami masih tertinggal di rumah. Kami belum bisa mengambilnya karena takut untuk kembali sebelum pelaku ditemukan,” tuturnya dengan penuh kesedihan.
Saat ini keluarga korban diketahui tinggal sementara di rumah kerabat yang bersedia memberikan tempat tinggal karena merasa prihatin dengan kondisi yang mereka alami.
“Rumah yang kami tempati sekarang bukan rumah kami, melainkan rumah ponakan kami. Mereka merasa kasihan melihat keadaan kami sehingga memperbolehkan kami tinggal sementara di sana,” tambahnya.
Keluarga berharap proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian dapat segera membuahkan hasil sehingga pelaku dapat ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Mereka juga berharap dapat kembali menjalani kehidupan dengan tenang, aman, dan melanjutkan aktivitas sehari-hari seperti sedia kala.
Kepedulian yang ditunjukkan oleh Yasatulõ Lase bersama para relawannya menjadi bukti nyata hadirnya rasa kemanusiaan di tengah masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan mampu menguatkan keluarga korban dalam menghadapi masa-masa sulit sekaligus menjadi penyemangat dalam menantikan terwujudnya keadilan bagi almarhumah Agnis Jance Zebua.







