Uncategorized

Yusman Dawolo Koreksi Pelatihan Keripik Ikan: Produk Sama, Pasar Belum Jelas

331
×

Yusman Dawolo Koreksi Pelatihan Keripik Ikan: Produk Sama, Pasar Belum Jelas

Sebarkan artikel ini

Labalabanews.com

 

Gunung Sitolu…. Pengamat ekonomi, Yusman Dawolo (Bang YD), mengoreksi pola pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini cenderung berfokus pada pelatihan produksi tanpa disertai perencanaan pasar yang jelas.

Pernyataan itu disampaikan Bang YD melihat pelatihan pembuatan keripik ikan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Gunungsitoli. Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan langkah positif untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Namun, pendekatan yang sama tidak seharusnya diterapkan secara luas di banyak desa atau disemua kecamatan, tanpa mempertimbangkan daya serap pasar.

“Pelatihan keripik ikan tentu baik. Tetapi persoalannya, apakah harus semua kecamatan atau desa membuat keripik ikan? Jika banyak desa menghasilkan produk yang sama, maka yang terjadi adalah persaingan antarsesama pelaku UMKM, sementara pasarnya belum tentu ada atau belum jelas,” kata Yusman, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurut dia, pembangunan ekonomi desa seharusnya mengacu pada konsep regional specialization atau spesialisasi wilayah. Setiap desa didorong mengembangkan produk unggulan yang berbeda sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Ia mencontohkan, satu desa dapat menjadi sentra keripik ikan, desa lain fokus pada ikan asap, sementara desa lainnya mengembangkan bakso ikan, abon ikan, olahan pisang, olahan singkong, produk kelapa, atau komoditas khas lainnya.

“Kalau semua membuat produk yang sama, pasar akan cepat jenuh. Tetapi jika setiap desa memiliki keunggulan yang berbeda, maka akan tercipta ekosistem ekonomi yang saling melengkapi dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” ujarnya.

Selain masalah keseragaman produk, Yusman menilai persoalan yang lebih mendasar adalah belum jelasnya pasar yang akan menyerap hasil produksi UMKM.

Menurutnya, banyak program pemberdayaan ekonomi berhenti pada tahap pelatihan. Masyarakat diajarkan cara memproduksi barang, diberi bantuan peralatan dan modal, tetapi setelah itu harus mencari pembeli sendiri.

“Ini masalah klasik yang terus berulang. Hampir semua pelatihan seperti ini gagal, peserta tidak ada yang berhasil membesarkan usahanya dan tidak sukses ekonominya. Produk memang bisa dibuat, tetapi pembelinya tidak ada. Akibatnya barang menumpuk, modal tidak berputar, dan usaha yang baru dirintis akhirnya berhenti di tengah jalan. Produk yang dibuatpun belum tentu sesuai dengan keinginan pembeli atau kalah kualitas dengan produk yang sudah beredar dipasar,” katanya.

Yusman menegaskan bahwa produksi seharusnya mengikuti kebutuhan pasar (demand-driven economy), bukan sebaliknya.
Karena itu, sebelum melatih masyarakat membuat keripik ikan atau produk lainnya, pemerintah perlu terlebih dahulu memastikan siapa yang akan membeli produk tersebut, berapa kebutuhan pasarnya, dan bagaimana jalur distribusinya.

“Pertanyaan paling penting bukan bagaimana cara membuat keripik ikan, tetapi siapa yang akan membelinya. Kalau seratus peserta pelatihan memproduksi dalam waktu yang sama, apakah pemerintah sudah menghitung siapa yang akan menyerap hasil produksinya?” ujarnya.

Menurut Yusman, pemerintah daerah tidak cukup hanya menjadi penyelenggara pelatihan. Pemerintah harus mengambil peran sebagai pembuka dan pencipta pasar bagi UMKM.
Hal itu dapat dilakukan melalui kerja sama dengan toko oleh-oleh, hotel, restoran, koperasi, jaringan ritel modern, marketplace digital, hingga pembeli dari luar daerah atau dipasarkan kedaratan Sumatera.

“Pemerintah harus menyiapkan pasar. Jika masyarakat memproduksi dalam jumlah besar, maka pemerintah juga harus memastikan ada pembeli yang siap menyerap produk tersebut. Jangan sampai UMKM menghasilkan ratusan ribu bungkus keripik ikan, tetapi tidak mendapatkan ratusan ribu pembeli,” katanya.

Oleh karena itu, agar pelatihan yang dilakukan benar-benar berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat, maka pemerintah harus memastikan dua hal diatas sekaligus, pertama jangan semua kecamatan atau desa memproduksi barang yang sama, dan yang kedua pemerintah menyiapkan pembeli barang yang akan di produksi oleh UMKM.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam