Labalabanews.com
KAMPAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar saat ini tengah gencar melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Kampar.
Pemeriksaan ini terkait dengan adanya dugaan manipulasi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap penggunaan anggaran Dana Desa.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar, Dwianto Prihartono, membenarkan bahwa pihaknya sedang menangani perkara tersebut. Menurutnya, tim penyidik saat ini sedang fokus untuk mengumpulkan bukti-bukti guna membuat terang kasus ini.
“Pihak kami saat ini sedang fokus mengumpulkan bukti-bukti,” ungkap Dwianto Prihartono saat dikonfirmasi oleh tim media.
Meski demikian, ketika ditanya lebih lanjut mengenai status pemeriksaan tersebut—termasuk apakah mantan kades yang kini telah terpilih dan menjabat sebagai anggota DPRD Kampar juga turut diperiksa
Kajari Kampar masih enggan memberikan tanggapan lebih rinci hingga berita ini diturunkan.
Konfirmasi yang dikirimkan melalui pesan singkat WhatsApp belum mendapat jawaban.
Fokus Sidik 14 Desa, Identitas Kades Belum Dirilis
Di tempat terpisah, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Kampar, Jackson Apriyanto Pandiangan memberikan penjelasan lebih detail terkait proses penanganan dan pengembangan kasus ini.
pihaknya mengungkapkan bahwa terkait mantan kades berinisial AD yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kampar, hingga kini memang belum dilakukan pemanggilan untuk diminta keterangan. Saat ini, tim penyidik masih berfokus pada 14 desa yang menjadi objek utama penyidikan.
Namun, hingga saat ini daftar nama maupun identitas para kades dari 14 desa tersebut belum dapat dirilis ke publik
Kendati demikian, pihak kejaksaan menegaskan bahwa peluang pengembangan kasus ini masih sangat terbuka lebar. Kedepannya tidak menutup kemungkinan bagi pihak kejaksaan untuk memeriksa AD apabila dalam proses penyidikan ditemukan adanya bukti aliran uang yang dinikmati oleh calon tersangka mengalir kepada yang bersangkutan.
Berdasarkan pantauan di lapangan dalam beberapa minggu terakhir, suasana di kantor Kejari Kampar memang tampak lebih ramai dari biasanya karena didatangi oleh sejumlah Kades dari berbagai wilayah di Kabupaten Kampar secara bergantian.
Hingga saat ini, pihak kejaksaan belum menjabarkan secara rinci mengenai rincian kasus, jumlah kerugian negara, maupun nilai materiil yang dimanipulasi dalam penanganan kasus dugaan manipulasi LHP ini.***








