Jakarta _____________
APBN berperan penting sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat dan ekonomi dalam menghadapi guncangan global. Kinerja positif APBN yang terus berlanjut dapat terus dijaga agar tetap sehat dan kokoh dalam menghadapi ancaman dan risiko global.
Agar tetap dapat menjalani peran sebagai shock absorber, kondisi APBN harus dijaga kesehatan dan keberlanjutannya melalui konsolidasi fiskal, yaitu dengan menurunkan defisit APBN ke bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Bagaimana caranya menurunkan defisit APBN kembali ke bawah 3%? Caranya adalah dengan melihat lagi struktur perekonomian dan struktur dari APBN berupa penerimaan maupun belanja negara.
Pendapatan yang masih tumbuh kuat seiring pemulihan ekonomi yang terus terjaga. Pemerintah tetap mengakselerasi belanja di bidang kesehatan dan perlindungan sosial, namun belanja negara juga diarahkan kepada bidang-bidang yang dapat mendorong pemulihan kegiatan ekonomi. Akselerasi belanja negara yang berkualitas perlu didorong sehingga dapat memberikan dampak secara optimal bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, salah satu elemen penting pengelolaan keuangan negara untuk menjaga kesehatan APBN dan mendorong pemulihan ekonomi adalah koordinasi yang erat antara kebijakan fiskal dan moneter. Koordinasi dilakukan dengan terus membangun komunikasi dengan berbagai macam otoritas, baik dengan BI, OJK, dan LPS dalam konteks KSSK, maupun dengan DPR dan BPK yang mengawasi dan memberi masukan kepada pelaksanaan APBN. Kerjasama yang baik dengan berbagai otoritas tersebut membuat Indonesia mampu menghadapi situasi pandemi dengan baik sehingga ekonomi dapat kembali pulih.
Penulis
AH/rls








