Laba-labanews.com
Kampar___Ketua Jaringan Aktivis Kampar (JAK), Miky Rinaldi, S.Hi, dengan tegas mengecam pernyataan Wakil Bupati Kampar yang menyebut dirinya lebih memahami politik dibanding Bupati Ahmad Yuzar. Pernyataan itu dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap otoritas pimpinan daerah sekaligus penghinaan terhadap kehendak rakyat.
“Bupati itu bukan sekadar jabatan, tetapi simbol kepercayaan masyarakat. Ketika Wabup secara terbuka menarasikan dirinya lebih hebat dalam politik daripada Bupati, itu sama saja meremehkan rakyat yang telah memilih pemimpinnya secara sah,” ujar Miky Rinaldi, Selasa (3/6/2025).
Miky menegaskan bahwa seorang Wakil Bupati sejatinya adalah pendamping dan perpanjangan tangan dari Bupati, bukan tokoh tandingan apalagi pemimpin bayangan. Sikap arogansi politik semacam ini, menurutnya, hanya akan menciptakan kegaduhan di tubuh pemerintahan dan membingungkan masyarakat.

“Pernyataan itu sangat disayangkan. Seolah menunjukkan bahwa Kampar saat ini dinakhodai oleh orang nomor dua. Ini menciptakan keresahan publik. Wabup bukanlah sosok tandingan, ia adalah utusan. Jangan sampai publik melihat ini sebagai upaya pengambilalihan kendali,” tegasnya.
Lebih lanjut, Miky mendesak Bupati Kampar untuk segera meluruskan pernyataan yang telah menimbulkan kegelisahan tersebut. Ia berharap ketegasan Bupati bisa mengembalikan marwah dan wibawa kepemimpinan yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat Kampar.
“Bupati Kampar adalah cerminan rakyat. Merendahkannya berarti merendahkan rakyat Kampar. Ini bukan sekadar polemik internal, ini persoalan etika dan kehormatan publik,” pungkas Miky.
Polemik ini kini menjadi sorotan hangat di tengah masyarakat Kampar. Publik menanti sikap tegas dari Bupati Ahmad Yuzar dalam menanggapi pernyataan Wabup yang dinilai tak pantas dan sarat ambisi politik.






