Laba-labanews.com
Bangkinang___Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. bersama Wakil Bupati Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si. menggelar rapat strategis bersama pengurus Masjid Al-Ihsan Islamic Center Bangkinang dan Dinas PUPR pada Rabu (21/5), guna membahas secara serius rencana renovasi besar-besaran Islamic Center Bangkinang.
Dalam pernyataan tegasnya, Bupati Ahmad Yuzar menekankan bahwa renovasi kali ini harus menjadi yang terakhir. Ia menyebut Islamic Center bukan sekadar rumah ibadah, melainkan simbol kebesaran umat Islam di Kampar serta pusat dakwah, pendidikan, dan aktivitas keagamaan yang membanggakan.
“Saya tegaskan, ini renovasi terakhir. Semua harus dirancang dan dikerjakan sejelas dan setransparan mungkin, tidak ada ruang untuk kesalahan lagi,” tegasnya.
Bupati juga menugaskan Dinas PUPR untuk menyusun desain teknis secara matang, melibatkan tenaga profesional yang memahami karakteristik bangunan keagamaan. Ia menolak keras pola renovasi tambal-sulam yang kerap dilakukan sebelumnya.
Kepada pengurus masjid, Ahmad Yuzar mengimbau partisipasi aktif dalam proses perencanaan agar fungsi keagamaan dan sosial tetap menjadi prioritas utama.
“Jangan sampai kita mengulang kesalahan masa lalu. Bangunan ini harus kuat, indah, dan bermanfaat luas bagi masyarakat,” tandasnya.
Bupati menutup arahannya dengan seruan agar seluruh pihak menjadikan renovasi ini sebagai bentuk tanggung jawab bersama, bukan hanya kepada masyarakat tetapi juga kepada Allah SWT.
Rapat ini menjadi langkah awal menuju transformasi besar Islamic Center Bangkinang sebagai ikon religius dan kultural Kampar.






