Labalabanews.com
BANGKINANG KOTA ______ Ruang Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar mendadak hangat. Fraksi Gerindra melayangkan desakan keras kepada jajaran eksekutif untuk menghentikan pembiaran terhadap infrastruktur pendidikan yang dinilai luput dari prioritas pembangunan.
Sentilan tajam ini mencuat dalam agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan APBD Kabupaten Kampar Tahun Anggaran 2026.
Dihadapan Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Kampar Misharti yang duduk di kursi eksekutif, juru bicara Fraksi Gerindra, Solihin, membongkar fakta lapangan mengenai potret buram pendidikan di wilayah hilir.
Dengan nada tegas, ia menuntut komitmen nyata pemerintah daerah untuk langsung menyisir kelayakan fasilitas sekolah di Desa Sei Agung, Kecamatan Tapung.
“Kami menegaskan perhatian serius. Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar jangan menutup mata dan harus serius menyikapi kondisi sekolah di Desa Sei Agung, Kecamatan Tapung. Ini bukan sekadar usulan, ini rapor merah yang harus segera dieksekusi dalam Perubahan APBD 2026!” ujar Solihin secara blak-blakan di podium sidang.
Kritik menohok dari Fraksi Gerindra ini disaksikan langsung oleh jajaran elit parlemen Kampar. Sidang terhormat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi bersama Wakil Ketua DPRD Kampar Sunardi.
Dari meja pimpinan, jalannya interupsi dan pemaparan pandangan umum berlangsung dinamis namun tetap terkendali. Pimpinan dewan juga memberikan catatan tebal agar seluruh catatan kritis fraksi tidak sekadar menjadi dokumen seremonial, melainkan diadopsi dalam formulasi anggaran belanja daerah.
Menanggapi hujan interupsi dan pandangan tajam legislatif, Bupati Kampar Ahmad Yuzar beserta jajaran OPD terkait tampak mencatat poin-poin krusial tersebut. Pihak eksekutif berkomitmen untuk memberikan jawaban resmi pada sidang lanjutan dan berjanji akan menyelaraskan skala prioritas anggaran demi menyerap aspirasi mendesak masyarakat di sisa tahun anggaran 2026









